SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menyiapkan pembangunan sumur bor sebagai langkah permanen untuk mengatasi persoalan kekeringan yang selama ini masih ditangani secara sementara.
Pada 2027, Pemkab Serang berencana membangun 13 sumur bor di sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan. Pembangunan tersebut akan dibiayai melalui bantuan pemerintah pusat dan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Serang.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengakui, penanganan kekeringan yang dilakukan Pemkab Serang selama ini masih bersifat sementara atau temporary. Penanganan dilakukan ketika bencana kekeringan terjadi, sementara solusi jangka panjang belum sepenuhnya tersedia.
“Upaya penanganan yang saat ini memang masih temporary, kita belum permanen,” kata Zakiyah saat ditemui di Pendopo Bupati Serang, Selasa, 15 September 2026.
Menurut Zakiyah, solusi permanen mulai disiapkan untuk direalisasikan pada 2027 melalui pembangunan sumur bor di wilayah yang selama ini terdampak kekeringan.
Ia mengatakan, Pemkab Serang akan mendapatkan bantuan pembangunan 11 unit sumur bor dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Sumur bor tersebut akan diprioritaskan untuk wilayah yang saat ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Kita di tahun depan insyaallah ada bantuan. Melalui Dana Alokasi Khusus kita dapat 11 sumur bor yang akan difokuskan ke wilayah-wilayah yang saat ini terdampak kekeringan,” ujarnya.
Selain bantuan pemerintah pusat, Pemkab Serang juga mengalokasikan anggaran melalui APBD untuk membangun dua sumur bor tambahan.
Dengan demikian, total terdapat 13 sumur bor yang direncanakan dibangun pada 2027. Keberadaan infrastruktur tersebut diproyeksikan dapat memberikan manfaat kepada sekitar 1.000 warga di wilayah terdampak kekeringan.
“Kita juga mengalokasikan dari anggaran APBD. Kalau tidak salah ada dua sumur bor yang akan kita bangun di wilayah terdampak kekeringan. Jadi, total ada 13 sumur bor dan kurang lebih ada 1.000 penerima manfaat untuk 2027 yang dapat merasakannya,” jelasnya.
Zakiyah menyadari jumlah tersebut belum ideal jika dibandingkan dengan luas wilayah Kabupaten Serang yang terdampak kekeringan. Karena itu, pembangunan sumur bor akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
Pemkab Serang juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan tambahan dukungan anggaran maupun program penyediaan sumber air bersih.
“Masih sangat kurang, tapi tentu harus disesuaikan dengan anggaran yang kami miliki. Kami juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat sehingga mendapatkan alokasi dana atau tambahan program lainnya, terutama untuk sumber air bersih,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda












