KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) hingga pertengahan September 2026 tercatat sekitar Rp2,2 triliun.
Capaian tersebut menunjukkan penyerapan anggaran daerah masih terus berjalan untuk mendukung pelaksanaan berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, Pemkot Tangsel terus mendorong percepatan penyerapan anggaran agar seluruh program yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai target.
“Kami terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan di setiap perangkat daerah. Program yang sudah direncanakan harus segera direalisasikan dengan tetap memperhatikan ketentuan dan kualitas pekerjaan,” ujar Benyamin, Selasa, 15 September 2026.
Menurut Benyamin, pelaksanaan belanja daerah masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya berkaitan dengan pengerjaan proyek fisik yang membutuhkan tahapan administrasi, perencanaan, hingga pelaksanaan di lapangan.
“Salah satu faktor yang memengaruhi penyerapan anggaran adalah pengerjaan proyek fisik yang membutuhkan proses administrasi, perencanaan, hingga pelaksanaan di lapangan,” katanya.
Ia menegaskan, penyerapan belanja APBD menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan realisasi berbagai program pemerintah. Di antaranya pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan masyarakat, serta kegiatan pemerintahan lainnya.
Benyamin terus mendorong seluruh perangkat daerah mempercepat pelaksanaan kegiatan. Anggaran yang telah dialokasikan diharapkan dapat segera direalisasikan sesuai ketentuan dan target yang telah ditetapkan.
Namun, percepatan belanja tersebut tetap harus diiringi pengawasan dan akuntabilitas. Setiap program pembangunan diharapkan dapat diselesaikan tepat waktu dengan tetap memenuhi standar kualitas pekerjaan.
“Yang paling penting bukan hanya mengejar angka penyerapan, tetapi memastikan setiap rupiah anggaran memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung pembangunan Kota Tangsel,” tegasnya.
Benyamin berharap percepatan realisasi anggaran dapat meningkatkan efektivitas belanja daerah sekaligus memastikan program pembangunan yang telah direncanakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Hingga kini, proses penyerapan anggaran masih berlangsung dan akan terus dipantau sampai akhir tahun anggaran 2026,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda












