SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Mayat laki-laki ditemukan di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu. Penemuan mayat tersebut diduga berkaitan dengan rombongan jurnalis yang hilang di Selat Sunda beberapa waktu yang lalu. Saat ini, Polda Banten menunggu hasil pemeriksaan dan pencocokan DNA untuk memastikan identitas jenazah tersebut.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, jenazah telah dievakuasi dari Pulau Enggano menuju Polda Bengkulu. Proses autopsi terhadap jenazah juga telah dilakukan.
“Kami masih menunggu hasil pencocokan DNA dengan sampel keluarga dari teman-teman yang hilang kontak,” katanya, Senin 14 September 2026 malam.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan Polda Bengkulu, jenazah tersebut diketahui setinggi sekitar 165 sentimeter dan diperkirakan berusia lebih dari 50 tahun. Namun, kondisi wajah jenazah mengalami kerusakan sehingga identifikasi secara visual belum dapat dilakukan.
“Jenis kelamin jenazah tersebut laki-laki, tinggi kurang lebih 165 sentimeter dan diperkirakan berusia di atas 50 tahun. Kondisi wajah mengalami kerusakan. Untuk memastikan identitasnya, kami tetap menunggu hasil pemeriksaan DNA,” ujarnya.
Polda Banten belum memastikan apakah jenazah tersebut berkaitan dengan delapan orang yang hilang kontak saat menggunakan speed boat Arupadatu dalam perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
Maruli menegaskan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari Polda Bengkulu. Pencocokan DNA akan menjadi dasar untuk memastikan identitas jenazah tersebut.
“Kami mohon waktu untuk menunggu hasil pemeriksaan dan pencocokan DNA dari Polda Bengkulu. Setelah hasilnya keluar, tentunya akan kami sampaikan secara resmi kepada masyarakat dan rekan-rekan media,” tuturnya.
Editor: Bayu Mulyana












