PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID — Kepergian anggota DPRD Kabupaten Pandeglang dari Fraksi Partai Demokrat, Agus Bustomi, meninggalkan duka bagi keluarga, kolega, dan masyarakat yang mengenalnya.
Kawan dekat Agus, Erland Felany Fazry, menjadi salah satu orang yang mendampingi almarhum pada hari terakhir kehidupannya. Sejak pagi hingga menjelang malam, Erland masih bersama Agus menjalani sejumlah aktivitas, termasuk kegiatan di Kantor DPRD Kabupaten Pandeglang.
Erland mengaku tidak menyangka kebersamaan tersebut menjadi perjalanan terakhirnya bersama Agus. Sebab, sejak pagi kondisi Agus terlihat sehat dan tidak menunjukkan keluhan kesehatan.
“Saya yang menyupir dari pagi, kegiatan di DPRD sampai ke tempat GOR itu,” kata Erland, Kamis, 1 Oktober 2026.
Setelah menyelesaikan sejumlah kegiatan, Agus kemudian menuju GOR Ciekek. Sebelum beraktivitas, Agus terlebih dahulu menunaikan salat Magrib. Setelah itu, ia sempat bermain bulu tangkis.
Erland meluruskan informasi yang menyebut Agus meninggal dunia saat sedang bermain bulu tangkis. Menurutnya, Agus memang sempat bermain, tetapi kemudian berhenti dan beristirahat.
“Jadi ini bukan meninggal pas bermain bulu tangkis. Beliau sempat bermain, kemudian istirahat dan duduk,” ujarnya.
Tidak lama setelah beristirahat, kondisi Agus tiba-tiba menurun. Ia sempat pingsan, kemudian kembali sadar untuk beberapa saat.
Dalam kondisi tersebut, Agus masih sempat melafalkan zikir dan doa. Erland mengatakan, Agus membaca istigfar, syahadat, serta selawat sebelum kembali kehilangan kesadaran.
“Lalu sempat membaca puji-pujian, istigfar, syahadat, selawat. Tidak lama beliau pingsan kembali,” kata Erland.
Melihat kondisi Agus yang semakin mengkhawatirkan, rekan-rekan yang berada di lokasi segera membawanya ke Klinik Bougenville untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan Agus. Dokter kemudian menyatakan Agus meninggal dunia pada pukul 19.15 WIB.
“Beliau dilarikan ke Klinik Bougenville dan mengembuskan napas terakhir pada pukul 19.15 WIB. Dinyatakan oleh dokter meninggal dunia,” ungkap Erland.
Erland mengatakan, kepergian Agus terasa begitu mendadak karena beberapa jam sebelumnya almarhum masih menjalani aktivitas seperti biasa.
Berdasarkan keterangan keluarga yang diterimanya, Agus disebut tidak memiliki riwayat penyakit jantung.
“Kalau riwayat jantung, kata keluarga tidak punya riwayat jantung,” katanya.
Selain mengenang detik-detik terakhir Agus, Erland juga mengingat sosok almarhum sebagai anggota DPRD yang aktif menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat.
Menurut Erland, Agus dikenal rajin mengikuti agenda kedewanan. Dalam berbagai kegiatan, termasuk rapat dan paripurna, Agus disebut berusaha hadir dan kerap datang lebih awal.
“Beliau itu orangnya aktif. Kalau ada kegiatan rapat atau paripurna, beliau pasti datang. Bahkan sering datang paling awal,” kenangnya.
Di luar aktivitas kedewanan, Agus juga dikenal sebagai pribadi yang sederhana, ramah, rendah hati, dan mudah bergaul. Erland menyebut Agus hampir selalu menyambut orang lain dengan senyum.
“Beliau orangnya baik, humble, ramah, selalu tersenyum. Beliau juga sangat menjaga ibadah. Salat lima waktu tidak pernah ditinggalkan,” ujar Erland.
Kabar meninggalnya Agus kemudian mengundang banyak masyarakat datang ke rumah duka. Keluarga, sahabat, rekan kerja, masyarakat, kiai, ulama, ustaz, hingga santri berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa dan mendoakan almarhum.
Jumlah warga yang mengikuti salat jenazah juga disebut mencapai lebih dari seribu orang. Mereka kemudian mengiringi keluarga membawa jenazah Agus menuju tempat pemakaman di Desa Ciandur, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang.
Menurut Erland, banyaknya masyarakat yang hadir menunjukkan luasnya hubungan persaudaraan yang telah dibangun Agus selama hidupnya.
“Yang datang bukan hanya keluarga. Ada teman dekat, teman kerja, masyarakat, kiai, ulama, ustaz, santri. Semuanya datang untuk mendoakan dan mengantarkan beliau,” tuturnya.
Setelah pemakaman, rumah duka juga masih didatangi masyarakat yang ingin menyampaikan doa dan mengikuti tahlil untuk almarhum.
Bagi Erland, kepergian Agus meninggalkan kenangan yang sulit dilupakan. Pagi hari mereka masih menjalani aktivitas bersama, sementara beberapa jam kemudian Agus telah berpulang.
Erland juga mengingat momen ketika Agus masih sempat mengucapkan istigfar, syahadat, dan selawat sebelum kondisinya kembali menurun.
Bagi keluarga dan orang-orang terdekat, kepergian Agus meninggalkan kesedihan yang mendalam. Namun, doa dan kedatangan masyarakat menjadi bentuk penghormatan sekaligus dukungan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Agus dikenang melalui sikap ramah, kepedulian, persahabatan, aktivitasnya sebagai wakil rakyat, serta komitmennya dalam menjalankan ibadah.
Semoga amal ibadah dan kebaikan almarhum Agus Bustomi diterima Allah SWT, segala khilaf dan kesalahannya diampuni, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.
Editor: Mastur Huda












