CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Wali Kota Cilegon Robinsar memastikan jabatan eselon II dan III yang masih kosong di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon segera diisi.
Pengisian jabatan akan dilakukan secara bertahap melalui proses promosi dengan menyesuaikan regulasi yang berlaku.
Sejumlah jabatan eselon II atau kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Cilegon saat ini masih diisi pelaksana tugas (Plt).
Di antaranya Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD).
Selain eselon II, sejumlah jabatan eselon III juga masih mengalami kekosongan. Robinsar mengatakan pengisian jabatan akan dilakukan secara berjenjang karena promosi pada satu posisi dapat membuka kebutuhan baru pada jabatan lainnya.
“Dalam waktu dekat insyaallah, sudah enggak lama lagi. Nanti berjalan. Promosi bertahap, menyesuaikan dengan regulasi, aturan,” kata Robinsar, Kamis 1 Oktober 2026.
Menurut dia, pengisian jabatan eselon II melalui promosi akan berdampak pada ketersediaan posisi di eselon III.
Karena itu, Pemkot Cilegon akan melakukan penataan secara menyeluruh agar kekosongan jabatan dapat dioptimalkan.
“Otomatis menambah slot di eselon tiganya. Intinya akan dioptimalkan semua,” ujarnya.
Robinsar mengatakan proses promosi tidak hanya mempertimbangkan nama-nama yang telah masuk dalam daftar calon pejabat.
Rekam kinerja dan kesesuaian pejabat dengan posisi yang akan ditempati menjadi hal yang turut diperhatikan.
Robinsar mengaku selama sekitar satu setengah tahun menjalankan pemerintahan, dirinya terus mendalami kinerja aparatur.
Pengamatan tersebut dilakukan untuk memastikan pejabat yang nantinya mendapatkan promosi mampu memenuhi target pemerintah daerah.
“Saya ingin semuanya objektif. Saya kan awalnya bukan dari birokrasi. Dulu cita-cita saya itu jadi calon satu periode,” katanya.
Dia menegaskan rotasi maupun mutasi tidak semata-mata dilakukan berdasarkan kedekatan personal ataupun karena seseorang merupakan bagian dari tim pendukungnya.
“Jadi ketika rotasi mutasi bukan hanya karena kedekatan atau hanya tim sukses,” ujar Robinsar.
Menurut Robinsar, proses pengamatan tersebut menjadi salah satu alasan pengisian jabatan tidak dilakukan secara terburu-buru.
Dia ingin memastikan setiap nama yang dipertimbangkan memang sesuai dengan kebutuhan jabatan.
“Saya benar-benar mendalami, melihat mana yang bekerja agar output-nya sesuai harapan saya,” katanya.
Robinsar juga mengaku masih melakukan pendalaman terhadap sejumlah nama yang masuk dalam pertimbangan.
Menurut dia, setiap calon harus dipastikan memiliki kapasitas sebelum mendapat kepercayaan menduduki jabatan tertentu.
“Kenapa lama? Saya benar-benar ingin detail. Sekalipun ada nama-nama, saya ingin memastikan, oh orang ini layak,” tutur Robinsar.
Editor: Abdul Rozak












