SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto ternyata mempunyai cara tersendiri dalam membina anggota polisi yang membandel.
Saat menjabat Kapolda Banten, pria kelahiran Pandeglang itu sempat mengirim banyak anggotanya yang melakukan pelanggaran disiplin ke pondok pesantren (ponpes).
Ponpes yang saat itu dipilih adalah Ashriyah yang berlokasi di Kampung Cikobak, Desa Kencana Harapan, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang.
Suyudi mengatakan, puluhan anggotanya tersebut dikirim untuk mengikuti program disiplin iman dan taqwa (dimtaq). Kegiatan tersebut berlangsung selama dua pekan.
Perwira tinggi Polri itu memberikan alasan dibalik pengiriman polisi bandel ke ponpes. Ia berdalih, kegiatan tersebut ditujukan untuk membentuk kembali karakter dan disiplin anggotanya. “Kegiatan ini untuk membentuk kembali karakter, disiplin, dan keimanan anggota Polri yang pernah melakukan pelanggaran,” ujarnya, Jumat 7 Maret 2025.
Suyudi menjelaskan, pengiriman anggotanya ke ponpes tersebut merupakan salah satu program internalnya. Program tersebut bertujuan untuk membentuk kembali karakter, disiplin, dan keimanan anggota Polri yang pernah melakukan pelanggaran, agar mampu kembali menjalankan tugas secara profesional, bermartabat dan berintegritas.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi salah satu program unggulan Commander Wish Kapolda Banten,” katanya.
Suyudi mengungkapkan, sebagai manusia dan aparat penegak hukum yang tak luput dari kesalahan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pembinaan internal.
“Melalui kegiatan tersebut, saya ingin menegaskan bahwa institusi Polri tidak hanya bertugas menegakkan hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk membina dan memulihkan anggotanya yang tersandung masalah. Hal yang terpenting adalah adanya niat dan upaya untuk memperbaiki diri,” tuturnya.
Editor: Bayu Mulyana












