PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pandeglang menyiapkan konektivitas angkutan umum untuk mendukung rencana reaktivasi jalur kereta api lintas Rangkasbitung-Labuan.
Penyesuaian trayek angkutan kota (angkot) dan angkutan perdesaan (angdes) disiapkan agar moda transportasi lokal dapat terintegrasi dengan stasiun-stasiun yang nantinya melayani perjalanan kereta api di wilayah Kabupaten Pandeglang.
Rencana reaktivasi jalur kereta api tersebut sebelumnya telah diusulkan Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2024. Usulan itu kemudian diterima dan direkomendasikan sebagai salah satu program prioritas yang perlu ditindaklanjuti.
Kepala Seksi Angkutan Dishub Kabupaten Pandeglang Yusep Yogianto menjelaskan, program reaktivasi jalur kereta api telah masuk dalam prioritas Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Pandeglang 2025–2045.
“Program reaktivasi diarahkan untuk mendukung sektor ekonomi, termasuk konektivitas angkutan menuju kawasan yang akan dilayani jalur kereta. Dan dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, Dishub Pandeglang juga menyiapkan konektivitas trayek angkutan kota menuju stasiun Pandeglang, Saketi, dan Cigondang-Labuan,” katanya, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Penyiapan konektivitas tersebut menjadi bagian dari penataan pusat kegiatan ekonomi di Pandeglang. Wilayah Saketi dan Labuan turut menjadi kawasan yang menjadi perhatian pemerintah daerah.
Menurut Yusep, penyesuaian rute angkutan nantinya akan mengacu pada hasil kajian teknis serta perkembangan regulasi terkait reaktivasi yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Secara otomatis, rute trayek akan mengikuti stasiun mana saja yang nantinya aktif beroperasi,” katanya.
Saat ini, Dishub Pandeglang mencatat sejumlah terminal tipe C yang dapat mendukung konektivitas menuju stasiun, antara lain Terminal Cadasari, Terminal Anten, Terminal Mengger, dan Terminal Kadubanen.
Khusus kawasan Stasiun Kadomas, jalur angkutan yang melintasi Terminal Kadubanen sudah tersedia dan nantinya dapat dikoneksikan dengan stasiun tersebut.
“Adapun trayek yang sudah tersedia perlu dikaji ulang ketika reaktivasi berlangsung, termasuk kemungkinan penambahan jalur. Kalau misalkan ada reaktivasi kereta ini terselenggara, itu akan dihidupkan kembali,” katanya.
Terkait kepastian jadwal pelaksanaan fisik reaktivasi, Dishub Pandeglang masih menunggu informasi dan keputusan lebih lanjut dari Kementerian Perhubungan serta pihak operator perkeretaapian.
Koordinasi secara berkala terus dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Banten, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), kementerian terkait, dan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya untuk mendukung konektivitas dan mobilitas masyarakat.
Editor: Aas Arbi












