SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kapolri setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.
Suyudi menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Sebelum dilantik, Suyudi menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI. Komisi III menyetujui pencalonannya, yang kemudian disahkan dalam rapat paripurna DPR.
Sebelum dipercaya menjadi Kapolri, Suyudi menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak 25 Agustus 2025. Selama memimpin BNN, sejumlah pengungkapan narkotika dalam skala besar dilakukan melalui sinergi dengan Bea Cukai, Bareskrim Polri, dan instansi terkait.
Dalam dua bulan terakhir masa kepemimpinannya di BNN, terdapat sejumlah pengungkapan besar dengan total barang bukti lebih dari 8 ton narkotika.
Ungkap 3,37 Ton Cannabis Buds
Salah satu pengungkapan terjadi pada Juli 2026 ketika BNN bersama Bea Cukai dan Polda Jawa Timur menggagalkan penyelundupan 3,37 ton cannabis buds asal Thailand di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
BNN menyebut barang bukti tersebut memiliki potensi nilai ekonomi sekitar Rp4,58 triliun dan berpotensi disalahgunakan untuk pembuatan cairan rokok elektrik atau vape. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan 12 orang yang diduga terlibat.
Gagalkan 1,3 Ton Ketamin
Pengungkapan berikutnya berupa 1,3 ton ketamin yang dilakukan BNN bersama Bareskrim Polri, Bea Cukai, dan instansi terkait melalui operasi terpadu di wilayah Kepulauan Riau.
BNN menyebut pengungkapan tersebut berpotensi mencegah peredaran narkotika dalam jumlah besar. Dalam catatan BNN, barang bukti 1,3 ton ketamin kemudian dimusnahkan dan disebut menyelamatkan lebih dari enam juta jiwa.
Gagalkan 2,6 Ton Sabu Cair
Pada 17 Agustus 2026, tim gabungan kembali menggagalkan penyelundupan 2,6 ton atau sekitar 2.600 liter metamfetamina dalam bentuk cair yang diangkut kapal MV Ocean Porter.
Kapal tersebut diintersepsi di wilayah perairan Karimun, Kepulauan Riau. Dari pemeriksaan, petugas menemukan cairan yang dinyatakan positif mengandung metamfetamina atau sabu dalam bentuk cair.
BNN menyebut pengungkapan tersebut berpotensi menghasilkan jutaan cartridge vape narkoba. Kasus itu juga melibatkan sinergi BNN, Bea Cukai, Polri, dan sejumlah instansi terkait.
Ungkap 800 Kilogram Ketamin HCL
Selang tujuh hari, tepatnya 24 Agustus 2026, tim gabungan kembali mengungkap dugaan penyelundupan 800 kilogram ketamin HCL.
Barang bukti ditemukan di bagian buritan kapal Fu Chang Sing I dan dikemas dalam 40 karung berisi 800 bungkus. Pengungkapan tersebut merupakan hasil pengembangan jaringan narkotika internasional melalui jalur laut.
Kapal Fu Chang Sing I sebelumnya terdeteksi melakukan aktivitas ship to ship dengan kapal MT Asli sebelum kedua kapal diintersepsi di wilayah perairan Anambas dan Natuna.
Barang bukti 800 kilogram ketamin HCL tersebut diperkirakan bernilai Rp1,28 triliun. Dalam pengembangan kasus, petugas juga mengamankan seorang warga negara Taiwan yang disebut berperan sebagai manajer kapal Fu Chang Sing sekaligus pengendali pengiriman barang bukti.
Jika empat pengungkapan tersebut dijumlahkan, total barang bukti mencapai sekitar 8,07 ton narkotika dengan nilai ekonomi sekitar Rp16,4 triliun berdasarkan angka yang disebutkan dalam laporan pengungkapan masing-masing kasus.
Dari Reserse hingga Kapolri
Suyudi Ario Seto merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Ia memiliki pengalaman panjang di bidang reserse sebelum menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan Polri.
Kariernya antara lain dimulai sebagai Kanit II Resmob Polda Metro Jaya. Ia kemudian pernah menjabat Kapolsek Pasar Minggu, Kapolsek Metro Tanah Abang, Kapolsek Metro Penjaringan, serta sejumlah jabatan di tingkat polres.
Suyudi kemudian dipercaya menjadi Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, dan Kapolres Metro Jakarta Pusat. Ia juga pernah menduduki sejumlah jabatan di Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya, termasuk Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Pada 2023, Suyudi dipercaya menjadi Wakapolda Metro Jaya. Setahun kemudian, ia menjabat Kapolda Banten. Selanjutnya, pada 25 Agustus 2025, Suyudi dilantik sebagai Kepala BNN.
Di bidang pendidikan, Suyudi menyelesaikan pendidikan PTIK pada 2003 dan Sespimti pada 2018. Pada 31 Januari 2026, ia memperoleh gelar Doktor Honoris Causa bidang Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanagara.
Kini, perjalanan karier Suyudi berlanjut di pucuk pimpinan Polri. Ia resmi menjadi Kapolri setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026.
Editor: Aas Arbi












