SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang memastikan jika anggaran untuk mitigasi bencana, khususnya potensi bencana tsunami akibat megathrust merupakan hal prioritas yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027.
Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, mengatakan alokasi anggaran kebencanaan telah diintegrasikan langsung ke dalam anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang.
“Anggaran tersebut diarahkan untuk memperkuat berbagai aspek penanggulangan bencana. Mulai dari peningkatan kapasitas aparatur dan masyarakat, sosialisasi serta edukasi kebencanaan, penyediaan sarana dan prasarana pendukung, pemetaan wilayah rawan bencana hingga penanganan pada saat tanggap darurat dan pemulihan pasca bencana,” katanya, Minggu 4 Oktober 2026.
Selain anggaran di BPBD, Pemkab Serang juga mengalokasikan anggaran khusus kebencanaan untuk seluruh kecamatan di Kabupaten Serang, masing-masing sebesar Rp50 juta.
Anggaran kecamatan itu dapat dimanfaatkan untuk sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, pelatihan kesiapsiagaan, penguatan koordinasi lintas sektoral, penanganan saat terjadi bencana, serta dukungan pemulihan pasca bencana.
Terkait potensi tsunami yang bersumber dari aktivitas megathrust, Wabup menegaskan risiko tersebut harus diantisipasi secara serius dan terencana.
“Pemerintah Kabupaten Serang menyadari bahwa risiko tersebut perlu diantisipasi secara serius dan berencana,” tegasnya.
Menurutnya, kesiapsiagaan, tidak hanya melalui penganggaran, tetapi juga melalui penyusunan skenario evakuasi, pemetaan jalur risiko, identifikasi jalur dan titik evakuasi, penguatan sistem peringatan dini, serta peningkatan kapasitas masyarakat di wilayah pesisir.
Pemkab Serang terus memperkuat koordinasi dengan BPBD, pemerintah kecamatan dan desa, TNI-Polri, BMKG, Baznas, dunia usaha, lembaga pendidikan, serta seluruh pemangku kepentingan agar mitigasi bencana berjalan dengan baik.
“Koordinasi ini penting untuk memastikan bahwa apabila terjadi bencana, setiap pihak memahami tugas, kewenangan, jalur komunikasi serta langkah-langkah evakuasi yang harus dilakukan,” jelasnya.
Ia juga mendorong masyarakat pesisir memiliki pengetahuan dan kesadaran mengenai potensi risiko tsunami, termasuk mengenali tanda-tanda alam, memahami jalur evakuasi, mengetahui lokasi titik kumpul, serta mengikuti arahan petugas saat keadaan darurat.
“Kesiapsiagaan masyarakat merupakan bagian yang sangat penting karena keselamatan warga harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Pemkab Serang berkomitmen memastikan penanggulangan bencana dilaksanakan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Kami akan terus melakukan evaluasi dan pemutakhiran skenario evakuasi serta kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana termasuk bencana susulan akibat aktivitas megathrust, agar Kabupaten Serang menjadi daerah yang semakin tangguh, siap dan responsif dalam menghadapi bencana,” pungkasnya.
Editor Daru












