SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Rencana elektrifikasi jalur kereta api Rangkasbitung-Merak berpotensi menghidupkan kembali Stasiun Cipocok Jaya di Kota Serang.
Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan, pengaktifan kembali Stasiun Cipocok Jaya dapat menjadi bagian dari pengembangan konektivitas kereta api di wilayah Kota Serang.
Hal tersebut disampaikannya setelah mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Studi Kelayakan Elektrifikasi Jalur Kereta Api Rangkasbitung-Merak yang digelar Pemerintah Provinsi Banten di Kota Serang, Jumat 2 Oktober 2026.
“Alhamdulillah, Gubernur merespons cepat inisiatif ini agar Kota Serang bisa mendapatkan layanan kereta elektrifikasi,” kata Budi.
Menurut Budi, elektrifikasi jalur kereta hingga wilayah Banten bagian barat akan berdampak terhadap mobilitas masyarakat. Konektivitas tersebut juga dinilai dapat memperkuat aktivitas ekonomi di Kota Serang dan daerah sekitarnya.
Budi berharap proses pengembangan elektrifikasi tersebut dapat berlanjut pada 2027 melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Selain elektrifikasi, ia mengungkapkan adanya rencana untuk menghidupkan kembali Stasiun Cipocok Jaya. Stasiun tersebut dinilai memiliki posisi strategis karena jalur kereta yang dikembangkan nantinya akan melewati kawasan tersebut.
“Stasiun ini (Cipocok Jaya) akan dihidupkan kembali karena jalurnya nanti akan melewati area sana,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan Pemprov Banten saat ini tengah menyusun studi kelayakan atau feasibility study (FS) untuk memperkuat usulan elektrifikasi jalur Rangkasbitung-Merak kepada pemerintah pusat.
Menurut Andra, rencana elektrifikasi tersebut sebenarnya telah tercantum dalam RPJMN 2025-2029, tetapi belum masuk dalam Renstra.
Karena kewenangan pembangunan berada di pemerintah pusat melalui Kemenhub, Pemprov Banten berupaya menyiapkan kajian yang dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan.
“Harapannya, dari FS ini dapat terkonfirmasi bahwa pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik, termasuk jalur ganda dan KRL lanjutan dari Rangkasbitung, memang bisa dilaksanakan,” kata Andra.
Proyek elektrifikasi jalur Rangkasbitung-Merak diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp1,29 triliun.
Pembangunan juga direncanakan dilakukan secara bertahap, mulai dari jalur Rangkasbitung-Serang, kemudian dilanjutkan menuju Cilegon hingga Merak.
Jika terealisasi, pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan akses masyarakat terhadap transportasi publik, tetapi juga memperkuat konektivitas antarwilayah di Provinsi Banten.
Editor: Mastur Huda












