PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang (Serpan) terus dikebut dan diharapkan menjadi penggerak baru perekonomian Kabupaten Pandeglang. Infrastruktur strategis tersebut diproyeksikan tidak hanya memangkas waktu tempuh dan biaya logistik, tetapi juga membuka akses pariwisata serta memperluas peluang usaha bagi pelaku UMKM lokal.
Berdasarkan cetak biru proyek, Jalan Tol Serang-Panimbang secara keseluruhan akan dilengkapi delapan gerbang tol atau simpang susun serta empat titik rest area yang tersebar di sepanjang jalur.
Pembangunan Tol Serang-Panimbang terbagi dalam tiga seksi utama. Seksi 1 Serang-Rangkasbitung saat ini telah beroperasi penuh, dimulai dari Walantaka Junction yang terhubung dengan Tol Tangerang-Merak, kemudian GT Cikeusal, GT Tunjung Teja, hingga GT Rangkasbitung.
Sementara Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles kini memasuki tahap penyelesaian akhir dan persiapan Uji Laik Fungsi (ULF). Seksi tersebut mencakup GT Cikulur dan GT Cileles.
Adapun Seksi 3 Cileles-Panimbang masih dalam tahap konstruksi, meliputi wilayah Bojong hingga Panimbang melalui Seksi 3A dan 3B. Pada seksi ini terdapat GT Bojong dan GT Panimbang.
Kehadiran jalan bebas hambatan tersebut dirancang untuk mempercepat akses menuju sejumlah destinasi wisata di Banten Selatan, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung dan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK).
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Pandeglang mengusulkan penambahan satu gerbang tol di wilayah Pagelaran. Jika usulan tersebut terealisasi, Kabupaten Pandeglang akan memiliki tiga akses tol, yakni GT Bojong, GT Panimbang, dan Pintu Tol Pagelaran.
Usulan Pintu Tol Pagelaran ditujukan untuk membuka akses ekonomi dan pariwisata di wilayah Pandeglang bagian tengah, khususnya kawasan yang meliputi Kecamatan Pagelaran, Labuan, Carita, Sukaresmi, dan Patia.
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mengatakan, kehadiran tiga pintu tol tersebut harus dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah.
“Adanya tiga pintu tol ini, Pintu Tol Bojong, Panimbang, dan yang masuk dalam usulan yaitu Pintu Tol Pagelaran, harus disambut dengan baik. Ini memiliki potensi besar untuk mendongkrak ekonomi daerah,” kata Dewi, Sabtu 3 Oktober 2026.
Menurut Dewi, masyarakat tidak boleh hanya menjadi pengguna jalan atau penonton setelah akses tol dibuka. Kehadiran infrastruktur tersebut harus diikuti dengan kesiapan masyarakat dalam mengembangkan usaha dan produk lokal.
Karena itu, Dewi mendorong pelaku UMKM dan pengrajin lokal mulai menyiapkan produk khas Pandeglang yang memiliki nilai jual dan daya tarik bagi wisatawan.
“Cindera mata bisa berupa gantungan kunci ukiran Badak, atau replika bangunan khas yang ada di Pandeglang seperti Menara Air dan lain sebagainya,” katanya.
Dewi menilai, pengembangan produk kerajinan dan oleh-oleh khas daerah dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Terlebih, akses tol yang semakin mudah berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus membuka peluang investasi di Pandeglang.
Menurutnya, konektivitas Tol Serang-Panimbang juga akan memberikan akses yang lebih cepat menuju kawasan wisata Banten Selatan, termasuk KEK Tanjung Lesung dan TNUK.
“Kehadiran jalan tol ini akan menciptakan konektivitas yang lebih cepat dan menurunkan biaya logistik. Dengan demikian, produk UMKM Pandeglang dapat bersaing di pasar yang lebih luas dan roda ekonomi masyarakat bergerak lebih cepat,” katanya.
Editor: Mastur Huda












