205 Gardu Listrik Padam, Daerah Banjir di Banten Gelap Gulita

0
565 views
:Foto udara yang menunjukkan permukiman di Tangsel terendam banjir akibat luapan Kali Angke.

SERANG – Banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Banten menyebabkan jaringan listrik terganggu. General Manager PLN UID Banten Doddy Pangribuan memastikan, hingga Kamis pagi (2/1), dari 597 gardu yang terdampak banjir di wilayah PLN Unit Induk Distribusi (UID) Banten, sebanyak 205 gardu listrik masih padam.

Ia menjelaskan, pemadaman listrik mulai dilakukan sejak 1 Januari 2020 pada pukul 10.00. Jumlah gardu yang terdampak dapat berubah ubah karena ada yang dapat segera dipulihkan. Namun ada juga yang bertambah seiring dengan naik yang permukaan air. Selama air tidak masuk ke dalam bangunan, pada prinsipnya gardu bisa dinyalakan.

“Pokoknya apabila aman kami segera nyalakan,” jelas Doddy saat dikonfirmasi Radar Banten, Kamis (2/1).

Ia menambahkan, daerah yang masih padam yakni Lebak sebanyak 105 gardu. Beberapa titik jalan amblas sehingga tidak bisa diakses kendaraan untuk mengangkut material atau tiang beton. Saat ini, sedang disiasati dengan mengangkut tiang besi dengan cara dipikul. “Tapi pemasangannya tergantung air surut. Jadi tunggu benar-benar surut,” katanya.

Kata Doddy, ada dua hal yang bisa menyebabkan pemadaman listrik saat banjir. Pertama, rumah pelanggan terendam banjir. Kedua, gardu distribusi terendam banjir. Ia mengimbau saat pemadaman listrik untuk mematikan instalasi di dalam rumah, cabut peralatan yang masih tersambung dengan kontak listrik, naikkan alat elektronik ke tempat yang lebih tinggi. (Susi K)