229.840,73 Hektare Lahan di Banten Kritis

Kepala DLHK Provinsi Banten M Husni Hasan

SERANG – Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten ada 229.840,73 hektare lahan di Banten kritis. Jumlah itu terdiri dari 59.224,94 hektare sangat kritis dan 170.615,79 hektare kritis.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pemanfaat Hutan (PPH) pada DLHK Banten Heri Rahmat Isnaeni mengatakan, jumlah lahan itu tersebar di seluruh wilayah di Banten. “Paling luas ada di Lebak,” ujar Heri, Minggu (5/1).

Heri mengungkapkan, lahan kritis di Lebak mencapai 133.400,49 hektare yang terdiri dari 47.503,90 hektare sangat kritis dan 85.896,59 hektare kritis. Selanjutnya, Pandeglang 69.688,10 hektare; Serang 21.969,67 hektare; Kota Cilegon 2.585,39 hektare; Kota Serang 2.167,56 hektare; dan Tangerang 29,52 hektare.

Kata dia, jumlah lahan kritis hasil identifikasi DLHK berdasarkan data dari kementerian. Hanya saja, data dari kementerian justru lebih banyak yakni 330.408 hektare. “Dari data kementerian itu, kami identifikasi lagi. Nah hasilnya 229.840,73 hektare,” terangnya.

Ia mengungkapkan, data dari kementerian lebih banyak karena lahan pertanian juga masuk dalam kategori lahan kritis. “Karena lihat dari satelit, jadi terlihat seperti kritis. Makanya, DLHK kembali melakukan identifikasi.

Untuk mengatasi lahan kritis, Heri mengatakan, pihaknya melakukan reboisasi seluas lima hektare per tahun. Namun, luas yang direboisasi belum sebanding dengan luas lahan kritis. Apalagi, ada juga alih fungsi lahan.

Bahkan, tambahnya, kawasan hutan di Banten belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Harusnya 30 persen dari luas Banten 966 ribu hektare. Di Banten baru 22 persen. Masih kurang delapan persen lagi,” ujar Heri. Untuk itu, kawasan hutan harus tetap dipertahankan.

Kepala DLHK Provinsi Banten M Husni Hasan mengatakan, setiap tahun pihaknya melakukan reboisasi lima ribu hektare. “Tentu masih kurang. Apalagi, setiap tahun ada saja yang rusak. Makanya kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga hutan yang ada,” tutur Husni.

Administratur Utama Perum Perhutani KPH Banten Isnin Soiban mengaku pihaknya selalu melakukan perawatan terhadap hutan yang menjadi kewenangannya. “Untuk celah saja, kami tutupi,” ujar Isnin. (nna/alt/ags)