230 Aset Belum Dialihkan ke Pemkot Serang

Sejumlah kendaraan berat terparkir di UPT Peralatan dan Laboratorium Dinas PU Kabupaten Serang, Unyur, Kota Serang, Selasa (28/4). Aset milik Pemkab tersebut akan segera dialihkan.

SERANG – Sebanyak 230 item aset Pemkab Serang senilai Rp202 miliar belum diserahkan ke Pemkot Serang. Untuk percepatan pengalihan aset, DPRD Kota Serang membentuk panitia khusus (Pansus) Aset.

Sebelumnya, Pemkab Serang telah menyerahkan 9.606 item ke Pemkot Serang. Aset senilai Rp468,5 miliar itu diserahkan dalam dua tahap. Sisa ratusan aset lainnya masih belum diketahui pasti waktu penyerahannya.

“Secara keseluruhan, dari 230 aset, itu hanya terkonsentrasi pada 28 titik saja. Misalnya, RS Drajat ada gedungnya, Pos Satpam-nya,” kata Ketua Panitia Khusus (Pansus) Aset DPRD Kota Serang Tubagus Ridwan Akhmad kepada Radar Banten, Selasa (28/4).

Oleh karena itu, Pansus Aset DPRD Kota Serang telah mengadakan pertemuan dengan perwakilan Pemkab Serang. Senin (20/4) lalu, Pansus mengadakan rapat terbatas dengan Kepala Bidang Aset, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Serang. Pertemuan itu membuahkan hasil. Setidaknya ada tiga aset yang segera dialihkan ke Pemkot Serang. Yaitu, Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Serang, gedung Workshop alat berat di Kasemen, dan Kantor Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Serang.

“Sudah ada progres (kemajuan-red). Kabid Aset Kabupaten Serang mengatakan, ada tiga aset yang paling mungkin dilimpahkan kepada Pemkot Serang. Di antaranya, eks kantor Disdukcapil, workshop alat berat yang ada di Kecamatan Kasemen, dan Kantor PKK Kabupaten Serang,” beber Ridwan.

Kata Ridwan, tugas Pansus Aset selanjutnya adalah memastikan legal formal penyerahan aset dari Pemkab Serang ke Pemkot Serang. “Itu baru hasil rapat antara Pemkot Serang, Pemkab Serang, dan BPK saja. Jadi, kami meminta kepada Bupati Serang, agar membuat legal formal terkait jumlah aset tersebut, agar dapat menjadi bukti,” katanya.

Selain itu, BPKAD Kota Serang diminta melakukan kajian dan verifikasi ulang terkait jumlah aset yang harus dilimpahkan oleh Pemkab Serang. “Harus ada data pembanding. Kalau Pemkab Serang bilang ada 230 aset, kami juga ingin tahu hasil kajian dari BPKAD Kota Serang itu sebenarnya ada berapa,” katanya.

Terpisah, Kabid Aset Daerah pada BPKAD Kabupaten Serang, Tatang Ruhiat Kartasasmita mengatakan, rencana peralihan tiga aset tersebut masih dalam pembahasan pimpinan. “Iya itu (Kantor Disdukcapil, PKK dan workshop-red). Tapi, keputusannya nanti nunggu pembahasan pimpinan,” pungkasnya. (fdr/nda)