246 Siswa Berkompetisi pada Pentas PAI di Kanwil Kemenag

0
101
Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kanwil Kemenag Banten Encep Safrudin Muhyi (kedua dari kiri) pada rapat koordinasi Pentas PAI.

SERANG – Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) IX tingkat Provinsi Banten akan digelar pada Sabtu (31/8) di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten. Pesertanya sebanyak 246 orang. Mereka adalah siswa SD, SMP, SMA, SMK utusan kabupaten dan kota di Banten.

Pentas PAI menyelenggarakan lomba debat PAI, lomba cerdas cermat PAI, lomba kreasi busana, lomba kaligrafi islami, lomba pidato PAI, musabaqah hifzil Quran, lomba nasyid PAI, dan musabaqah tilawatil Quran.

“Semuanya ada delapan lomba dengan sepuluh venue. Perlombaan hanya satu hari, dari pagi hingga sore. Tahun sebelumnya dilaksanakan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran-red), tapi tahun ini saya ambil alih. Pakis yang mengadakan,” jelas Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kanwil Kemenag Banten Encep Safrudin Muhyi kepada Radar Banten di ruang kerjanya, Rabu (28/8).

Encep memastikan, lomba melibatkan dewan juri profesional dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Banten. “Mereka juri profesional. Bahkan sudah menjadi juri tingkat nasional,” ungkap Encep.

Pentas PAI, lanjut Encep, adalah lomba untuk siswa sekolah umum di bidang pelajaran agama Islam. Pesertanya siswa terbaik hasil seleksi di masing-masing kabupaten dan kota. Yang terbaik pada Pentas PAI tingkat Banten akan menjadi utusan Banten pada lomba yang sama di tingkat nasional pada 9 – 14 Oktober 2019 di Makassar.

Disinggung soal urgensi Pentas PAI, Encep menjelaskan, Pentas PAI ini untuk menimbulkan dan mengembangkan bakat dan kreativitas siswa sekolah umum di bidang pendidikan agama Islam. Pentas PAI juga menjadi salah satu tolok ukur kemampuan dan penguasaan siswa sekolah umum dalam pelajaran agama Islam. Apalagi Kementerian Agama selama ini menangani para guru pelajaran agama Islam di sekolah umum.

“Jam pelajaran agama Islam di sekolah-sekolah umum terbatas. Tapi tidak menutup kemungkinan mereka memiliki kreativitas dan menguasai bidang seni islami. Bisa saja sekolahnya di sekolah umum, tapi di luar itu punya latar belakang pendidikan Islam. Misalnya tinggal di pesantren,” ungkap pimpinan Pondok Pesantren Fathul Adzmi, Cikedal, Pandeglang ini.

Pentasi PAI sebagai program nasional, Encep berharap pada kegiatan tahun yang akan datang dapat berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten. “Saat ini anggaran murni Kementerian Agama. Mudah-mudahan Dinas Pendidikan mengalokasikan anggaran Pentas PAI sebagai momen meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di sekolah-sekolah umum,” kata Encep berharap. (aas)