25 Pemain Bersedia Perkuat Cilegon United

Pemain Cilegon United Jalwandi (kanan) dibayangi pemain Persibat Batang saat menggiring bola pada pertandingan Liga 2 Musim 2018 lalu. Jalwandi disebut bakal kembali memperkuat CU pada kompetisi Liga 2 2019.

CILEGON – Sebanyak 25 orang pemain siap bergabung memperkuat Cilegon United (CU). Kontrak pemain baru dilaksanakan usai laga ujicoba melawan Persib Bandung pada 20 April 2019.

Puluhan pemain itu dipersiapkan CU menyambut kompetisi Liga 2 musim ini. Tidak seluruhnya pemain baru. Setidaknya ada dua wajah lama yang bakal mengisi barisan penggawa Laskar Geger Cilegon musim ini. Yakni, Alwandi dan Septian Andriansyah. Sementara, baru dua nama disebutkan sebagai pendatang baru. Yakni, Abdul Aziz dan Kevin Ivander mantan pemain Semen Padang.

“Persiapan untuk Liga 2 sudah kita mulai, untuk pemain semuanya kita sudah siap. Sudah ada 25 pemain yang secara komunikasi telah siap bergabung. Mereka sudah deal, meski secara kontrak belum kita lakukan,” kata Presiden CU Yudhi Aprianto dihubungi Radar Banten, Senin (8/4).

Diperkirakan penandatanganan kontrak dilaksanakan Mei mendatang. CU akan melihat kembali teknik permainan para pemain tersebut melalui laga uji coba.

“Wacana kita mau ada laga ujicoba dengan Persib tanggal 20 April ini. Sekalian kita ambil tahapan seleksi bagi 25 pemain tersebut. Jadi, akan kita panggil para pemain itu agar bertanding, kalau cocok kita teruskan,” ungkap Yudhi.

Sementara, untuk sosok pelatih, CU masih berminat mendatangkan Bambang Nurdiansyah. Banur sapaan akrab Bambang Nurdiansyah disebut-sebut telah setuju menukangi CU selama satu musim mendatang.

“Untuk Liga 2 2019 pelatihnya CU Bambang Nurdiansyah, beliau sudah siap 90 persen untuk jadi pelatih CU. Kalau secara omongan sudah deal, tinggal dikontrak saja. Tetapi, sekarang Banur masih ikut pelatihan lisensi AFC Pro terakhir,” kata Yudhi.

Yudhi mengaku CU tidak memasang target tinggi pada kompetisi Liga 2 2019. Dia hanya berharap klub kebanggaan warga Cilegon ini tidak terdegradasi ke Liga 3 Indonesia. “Target kita belum untuk promosi ke Liga 1, masih bertahan saja dulu di Liga 2. Karena kita hanya mampu menganggarkan 6 sampai 7 miliar rupiah. Kalau mau promosi Liga 1 anggarannya paling tidak dua kali lipat dari ini,” jelas Yudhi. (rbs/nda)