Gubernur Rano Karno bersama seorang relawan.

SERANG – Sebanyak 25 relawan dari delapan negara membantu pembangunan jembatan di dua desa di Kabupaten Pandeglang. Dari relawan itu, 13 orang dari Hongkong, India, Inggris, Kanada, Amerika, Australia, dan Prancis. Sementara 12 relawan lagi dari Indonesia.

“Ini atas inisiatif karyawan dari berbagai negara menggelar bakti sosial selama tiga hari. Tidak hanya jembatan, juga bakti sosial di bidang pendidikan,” jelas Afta Bakhtiyar, koordinator program, saat menemui Gubernur Banten Rano Karno di Pendopo Gubernur, KP3B, Kota Serang, Senin (1/8).

Afta menjelaskan, pembangunan dua jembatan ini berasal dari British Maritime Technology (BMT) Group Ltd, perusahaan konsultan berpusat di London, tempat sejumlah relawan dari luar negeri bekerja.

“Selain membangun jembatan di Desa Mekarjaya dan Sukaresmi, Kecamatan Panimbang, Pandeglang, juga akan merenovasi PAUD dan memberikan pemahaman pola hidup sehat,” katanya.

Proyek yang diberi nama Jembatan Harapan ini, lanjut dia, semoga menjadikan kehidupan masyarakat lebih baik. “Maksudnya utamanya membangun kesadaran membantu sesama,” katanya.

Gubernur Banten Rano Karno saat melepas keberangkat relawan mengatakan, saat ini Pemprov Banten sedang mendesain sebanyak 318 jembatan di Kabupaten Lebak.

“Saya sangat berterima kasih, kita baru kena banjir bandang beberapa waktu lalu. Menyadarkan pentingnya menjaga lingkungan. Saya tidak merasa malu menerima bantuan ini,” katanya.

Kendati hanya dua jembatan yang dibangun, Rano mengatakan, pembangunan ini dapat memberikan dampak yang positif untuk pembangunan di Provinsi Banten. (Fauzan Dardiri)