25 Ribu Data Warga Bakal Dinonaktifkan

Jika Belum Rekaman KTP-El

Warga mengantre perekaman KTP-el di kantor Disdukcapil Kota Serang, beberapa waktu lalu.

SERANG – Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri yang disampaikan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Serang, masih ada sekira 25 ribu warga Kota Serang yang berusia 23 tahun ke atas belum melakukan perekaman KTP elektronik (KTP-el). Apabila belum melakukan perekaman KTP-el sampai 31 Desember nanti, data kependudukan mereka terancam dinonaktifkan sementara.

Kepala Disdukcapil Kota Serang Ipiyanto mengatakan, pihaknya akan melakukan pelayanan tambahan pada Sabtu dan Minggu (29-30/12) di kantor Disdukcapil Kota Serang, Jalan Jenderal Sudirman. “Kami berikan pelayanan meskipun di hari libur,” ujar Ipi di ruang kerjanya, Jumat (28/12).

Kata dia, apabila ada data kependudukan yang dinonaktifkan lantaran belum perekaman maka akan diaktifkan kembali saat warga tersebut melakukan perekaman. Untuk itu, ia mengimbau agar warga segera melakukan perekaman KTP-el di kantor Disdukcapil. Pelayanan selama dua hari itu akan dimulai pukul 09.00 sampai 20.00 WIB. Pihaknya akan menyediakan lima alat perekaman KTP-el sehingga bisa langsung jadi.

Ia mengatakan, apabila warga tak segera melakukan perekaman maka ada beberapa kerugian. “Terutama soal kepengurusan yang berkaitan dengan pelayanan publik karena data kependudukan mereka tak dapat diakses sehingga tak dapat dilayani instansi yang bersangkutan,” tuturnya. Dicontohkan, kepengurusan BPJS, asuransi, dan perbankan.

Penonaktifan data penduduk bagi warga 23 tahun ke atas yang belum melakukan perekaman memang tidak dalam bentuk surat resmi dari Kemendagri, tapi hal itu dilakukan dalam bentuk imbauan dari pemerintah pusat. Hal itu sebagai bentuk evaluasi penduduk sesuai dengan wilayah atau daerahnya masing-masing untuk lebih mengetahui jumlah yang tepat atau yang mendekati jumlah penduduk di kota kabupaten.

Ipi mengaku, pihaknya sudah roadshow ke kelurahan sejak 2013 lalu. Bahkan, pihaknya menerima pemanggilan individu untuk perekaman KTP-el bagi masyarakat yang sakit per 2016 lalu. Namun, memang belum semua masyarakat melakukan perekaman KTP-el.

“Karena ada saja saat kami datang ke wilayahnya, sebagian warga tidak ada di rumah,” ungkapnya.

Ia memaparkan, data sekira 25 ribu itu juga belum tentu valid lantaran banyak penduduk yang pindah tapi tidak memberitahukan. Ada juga penduduk yang berstatus tenaga kerja di luar negeri, serta ada yang meninggal dunia tapi belum diberitahukan oleh anggota keluarganya.

Kata dia, penonaktifan data kependudukan bagi masyarakat yang belum perekaman KTP-el juga sebagai upaya untuk memvalidkan data. Apalagi, data yang dimiliki Kemendagri per semester.

Dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan hari ini dan besok, Disdukcapil menggandeng dan bekerja sama dengan Prolab Medika untuk memberikan pelayanan gratis pada masyarakat dalam pengecekan golongan darah. Hal itu merupakan salah satu elemen atau data yang diperlukan dalam kartu keluarga (KK) penduduk.

Selain perekaman KTP-el, pada pelayanan tambahan juga menerima pembuatan KK, akta kelahiran, dan kartu Indonesia anak (KIA). Sedangkan pergantian elemen dalam KTP-el tetap dilayani meskipun bukan prioritas.

Bahkan, lanjut Ipi, pada Sabtu (29/12) malam, ada organ tunggal yang disiapkan Disdukcapil untuk penggalangan dana bagi korban tsunami Selat Sunda. Walaupun Pemkot Serang juga sudah mengirimkan bantuan.

Wakil Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi berharap, masyarakat dapat memanfaatkan pelayanan yang diberikan Disdukcapil sebelum 31 Desember nanti. Selain itu, Disdukcapil juga dapat lebih menyosialisasikan adanya penonaktifan data penduduk itu agar masyarakat yang belum perekaman KTP-el dapat segera melakukan perekaman.

“Jangan sampai ada warga yang tidak tahu sehingga mereka nanti merugi dan kesulitan untuk mendapatkan pelayanan publik,” ujarnya.

Untuk itu, ia berharap, ada juga sosialisasi dari Disdukcapil terkait kebijakan pemerintah pusat tersebut. (Rostinah/RBG)