250 Guru Honorer Dapat Perlindungan Sosial

0
2.170 views
Puluhan guru honorer di Kecamatan Cibaliung menunjukkan kartu jaminan sosial, Selasa (5/1).

CIBALIUNG – Pemkab Pandeglang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pandeglang memasukan 250 guru honorer dalam program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek). Tujuan program itu, di antaranya agar para tenaga guru tersebut mendapatkan jaminan sosial saat melaksanakan pekerjaan.

Sekretaris Dindikbud Kabupaten Pandeglang Sutoto mengatakan, pendistribusian kartu BP Jamsostek diterima semua kepala sekolah di Koordinator Layanan Administrasi Satuan Pendidikan (Kormin) Kecamatan Cibaliung pada hari Selasa (5/1).

Di masukannya ratusan honorer dalam program tersebut sebagai upaya memberikan jaminan keamanan dan keselamatan pada saat melaksanakan pekerjaan sebagai tenaga pendidik.

“Kartu tersebut diperuntukan bagi perlindungan sosial guru honorer dengan diberikan jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM). Semuanya sudah kita berikan kepada ratusan guru honorer di wilayah Kormin Cibaliung,” katanya, kemarin.

Sutoto mengatakan, sampai saat ini masih ada sebagian besar guru honorer yang belum menerima kartu tersebut. Namun, kata dia, instansinya telah memasukkan semua guru honorer di Pandeglang dalam program tersebut dan ditargetkan selesai terdaftar bulan ini.

“Ditargetkan bulan Januari ini sudah semua guru honorer di Pandeglang mendapat perlindungan JKK dan JKM,” katanya.

Kormin Cibaliung Nurbaeti berharap, program tersebut bisa menjadi motivasi bagi para guru honorer agar bisa bekerja dengan baik dan terus meningkatkan kinerja.

Oleh karena itu, dia meminta kepada para guru honorer agar bisa memberikan yang terbaik dalam melakukan pengabdian. “Diberikannya kartu perlindungan bagi guru honorer sebagai tenaga kerja akan dapat menunaikan tugas mengajar dengan maksimal sebagai bentuk pengabdian kepada negara dan bangsa,” katanya.

Nurbaeti memastikan, program tersebut bisa menjadikan para guru lebih nyaman dalam bekerja, karena telah mendapatkan jaminan keselamatan dari pemerintah. “Datangnya guru dari rumah ke sekolah juga pulang dari sekolah ke rumah sekarang aman karena memperoleh jaminan perlindungan sosial ketenagakerjaan. Begitu pun ketika meninggal diberikan santunan kematian kepada keluarga yang ditinggalkannya,” katanya. (dib/zis)