LEBAK – Sebanyak 254 balita dari 125 ribu balita di Lebak mengalami gizi buruk. Jumlah tersebut berkurang dibanding tahun 2018 yang mencapai 306 balita.

Kabid Bina Kesehatan Masyarakat (Binkesmas) Dinkes Kabupaten Lebak Sri Agustina menjelaskan, Pemkab Lebak terus melakukan intervensi penuntasan jumlah gizi buruk melalui program pemberian makanan tambahan (PMT) dan pemantuan status gizi (PSG) lintas sektoral, baik dengan pihak desa, kecamatan maupun PKK.

“Selain itu pengoptimalan pelayanan kesehatan ibu dan bayi di puskesmas terus dilakukan denga cara melakukan pemantuan terhadap ibu mengandung,” ujarnya.

Menurutnya, balita penderita gizi buruk mudah terserang penyakit penyerta, seperti tuberkulosis, pneumonia, infeksi saluran pernapasan, paru-paru, diare, dan jantung.

“Kami melakukan intervensi untuk menangani kasus gizi buruk agar tidak menimbulkan kematian akibat terserang penyakit penyerta tersebut. Balita para penderita gizi buruk itu diberikan makanan tambahan berupa biskuit, susu dan vitamin,” jelasnya. (Nurabidin/Aas)