272 Hektare Sawah di Kabupaten Serang Kekeringan

Lahan sawah di Kecamatan Lebakwangi yang mengalami kekeringan.

SERANG – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang mencatat, seluas 272 hektare sawah di enam kecamatan mengalami kekeringan selama Juni tahun ini. Penyebabnya ketersediaan air minim selain cuaca yang sudah memasuki musim kemarau.

Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Kabupaten Serang Tata Juarta mengungkapkan, lahan pertanian di Kabupaten Serang mencapai 74 ribu hektare. Dari lahan seluas itu, berdasarkan laporan yang diterimanya beberapa lahan pertanian padi mengalami kekeringan. “Dari tanggal 1 sampai 30 Juni kami terima laporan sudah 272 hektare lahan sawah yang kekeringan di enam kecamatan. 256 hektare lahan di antaranya kekeringan ringan dan 16 hektare kekeringan sedang,” ungkap Tata yang ditemui wartawan di ruang kerjanya, kantor Dinas Pertanian Kabupaten Serang, Jalan Martadilaga, Benggala, Kota Serang, Senin (1/7).

Keenam kecamatan itu, kata Tata, meliputi Kecamatan Jawilan, Cikande, Pamarayan, Petir, Lebakwangi, dan Kecamatan Cikeusal. Tata memastikan, belum ada lahan sawah yang mengalami kekeringan berat atau tanaman padi yang puso. “Umur tanaman di kisaran satu minggu sampai 65 hari setelah tanam (yang kekeringan-red),” terangnya.

Dijelaskan Tata, ciri-ciri lahan yang mengalami kekeringan ringan yaitu permukaan tanah terbelah, tidak ada sumber air, dan daun tanaman berwarna kuning. Sementara, kekeringan sedang memiliki ciri sebagian daun tanamannya kering. “Kalau kekeringan berat seluruh daun tanamannya kering,” jelasnya.

Menurut Tata, status kekeringan bisa meningkat andai musim kemarau berkepanjangan. Terutama, di wilayah tadah hujan. “Kalau seminggu saja tidak hujan bisa kemungkinan bergeser dari sedang menjadi berat, bahkan sampai puso,” tegasnya.

Kata Tata, pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait informasi cuaca. Untuk sawah yang dekat dengan sumber air, disarankan Tata, petani bisa menyalurkan air menggunakan brigade. “Kalau mesinnya masih kurang, nanti bisa minta bantuan ke Distan Provinsi,” sarannya. (Abdul Rozak)