3.380 Vaksin untuk Nakes Kota Serang

0
1.615 views
Petugas mengecek jumlah vaksin dan APD saat akan mendistribusikannya dari Gudang Labkesda Banten, menuju Dinkes Kota Serang, Selasa (12/1)

SERANG – Sebanyak 3.380 dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac diterima oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Selasa (12/1). Vaksinasi dilakukan usai Pemprov Banten melakukan launching pada 14 Januari 2021.

Ribuan vaksin itu tiba di Kantor Dinkes Kota Serang sekira pukul 15.53 WIB. Dua dus besar berisi vaksin itu dikawal ketat oleh polisi.

Dus besar itu dimasukan ke dalam mobil boks dengan perlengkapan pendingin. Selain vaksin, disediakan 14 dus alat penunjang vaksin. Yakni, satu dus isi 50 paket sarung tangan pendek, face shild, hand sanitizer, baju asmat dan suntikan.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Serang Ratu Ani Nuraeni mengatakan, vaksin jilid pertama itu diperuntukkan bagi tenaga kesehatan (nakes). “Pastinya ada (tidak lolos-red) karena nakes ada juga yang di atas umur 59 tahun. Kami masih sisir tenaga kesehatan yang menerima SMS tadi jumlah berapa,” kata kepada wartawan, kemarin (12/1)

Sebelum didistribusikan ke setiap fasilitas kesehatan (faskes), vaksin Covid-19 itu terlebih dahulu disimpan di gudang milik Dinkes Kota Serang.

“Dari enam lemari pendingin yang ada, tiga lemari pendingin sudah disiapkan untuk simpan vaksin. Pokoknya vaksin harus terjaga supaya kualitas tetap terjaga,” katanya.

Diketahui, Pemprov Banten pada tahap pertama ini mendistribusikan vaksin untuk Kota Serang dan Kota Tangsel.

Khusus Kota Serang, Dinkes menyiapkan 33 faskes untuk pelayanan vaksinasi. Yakni, 16 Puskesmas, sembilan klinik, dan sembilan rumah sakit milik pemerintah daerah dan swasta. “Petugas Puskesmas, klinik dan rumah sakit yang ditunjuk sudah dilatih untuk menjadi vaksinator. Vaksinator ada 99 orang. Ada 3 petugas setiap faskes,” jelas perempuan yang pernah bertugas di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang itu.

Sementara Sekretaris Dinkes Kota Serang Hikmat Sumantri mengatakan, vaksinasi itu nanti diawasi oleh Kelompok Kerja Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Pokja KIPI).

Pokja yang beranggotakan dokter spesialis seperti, jantung, paru dan THT itu bertugas menanggulangi efek dari imunisasi. “Itu yang akan menyelesaikan apabila setelah diberikan imunisasi ada ikutan pasca imunisasi,” katanya.

Sebelumnya, Walikota Serang Syafrudin berharap Kota Serang mendapat kuota vaksin sebesar 50 persen dari total jumlah penduduk. “Tapi, karena dari pusatnya bertahap, paling tenaga kesehatan terlebih dahulu yang divaksin,” katanya. (fdr/nda)