3.711 Napi di Banten Dapat Remisi Kemerdekaan

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy didampingi Kepala Kanwil Kemkumham Banten Sutrisman menyerahkan SK Remisi kepada perwakilan narapidana, di Lapas Klas III Cilegon, Kota Cilegon, Jumat (17/8).

CILEGON – Sebanyak 3.711 orang narapidana yang menjadi warga binaan di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) se-Provinsi Banten mendapatkan pemotongan masa tahanan (remisi) dalam rangka HUT ke-73 RI. Dari 3.711 warga binaan yang mendapatkan remisi kemerdekaan, 134 orang bahkan langsung ‘menghirup udara bebas’.

Surat remisi disampaikan langsung Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy secara simbolis kepada perwakilan warga binaan di Lapas Kelas III Cilegon, Jalan Cikerai, Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, Jumat (17/8) siang.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Banten Sutrisman mengatakan, pemberian remisi telah diatur undang-undang dan dalam pemberiannya ada persyaratan yang harus terpenuhi. “Persyaratannya bukan dipenuhi, tapi terpenuhi untuk diusulkan menerima remisi. Tahun ini sebanyak 3.711 warga binaan yang tersebar di seluruh lapas dan rutan di Banten mendapatkan remisi. Perinciannya, 3.577 orang mendapatkan remisi umum (RU) I dengan hanya mendapatkan pemotongan masa tahanan dan 134 orang menerima RU II atau langsung bebas,” kata Sutrisman kepada awak media usai upacara pemberian remisi di Lapas Kelas III Cilegon, Jumat (17/8).

Sutrisman menambahkan, bagi warga binaan yang mendapatkan RU I, kemudian dalam dalam menjalani masa tahanan tidak berkelakukan baik dan melanggar aturan maka remisi yang telah diberikan dapat dicabut kembali. “Jika sudah mendapat remisi, tapi melanggar tata tertib, ya bisa wasalam. Remisi bisa hilang,” imbuhnya.

Kepada warga binaan yang mendapatkan remisi bebas, Sutrisman berpesan agar mereka dapat mengambil pembelajaran hidup yang paling berharga dan tidak mengulangi kembali perbuatan yang melanggar hukum. “Kita sampaikan agar jadi warga yang berguna untuk masyarakat dan jangan pernah untuk masuk kembali ke sini (lapas/rutan-red). Carilah hidup yang layak walaupun pendapatan kecil, yang penting berkah,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengeluhkan jumlah warga binaan di seluruh lapas dan rutan di Banten yang sudah overkapasitas. “Idealnya lapas dan rutan yang ada di Banten menampung 4.636 warga binaan. Sekarang ada 10.754 warga binaan yang kami tampung di 11 lapas dan rutan. Kami berharap pemerintah dapat membantu kami dalam penanganan overkapasitas ini,” tandasnya.

Sementara itu, Wagub Banten Andika Hazrumy menyatakan, pemberian remisi merupakan bentuk tanggung jawab untuk terus memenuhi kewajiban ikut dalam pelaksanaan program pembinaan. “Pemberian remisi dimaksudkan juga untuk mengurangi dampak negatif dari subkultur tempat pelaksanaan pidana serta dapat juga menjadi sebuah stimulan dalam menghadapi derivasi dan efek destruktif dari pidana perampasan kemerdekaan,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengatakan bahwa pintu Pemprov Banten terbuka bagi Kanwil Kemenkumham Banten. “Apa kendala yang ada kita bicarakan bersama-sama. Pemerintah intinya terbuka dalam hal apa pun,” tutup Andika. (Andre AP/RBG)