301 Paket Tembakau Gorilla Diamankan dari Enam Pemuda di Kota Serang

Ilustrasi

SERANG – Sebanyak 301 paket narkoba jenis tembakau gorilla diamankan oleh Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten dari enam tersangka pengedar narkoba. Paket tersebut dalam kondisi siap edar.

Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Banten AKBP Irwansyah mengatakan, pengungkapan tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat. Setelah melakukan penyelidikan, pelaku yang pertama dibekuk AB (18) di kawasan perumahan RSS Pemda, Cipocok Jaya, Kota Serang pada hari Jumat (24/3) pukul 15.30 WIB. Dari tangan AB, petugas menemukan 19 paket tembakau gorilla dengan berat bruto 14,90 gram.

Tak puas sampai disitu, petugas kemudian melakukan pengembangan dengan menangkap pelaku lainnya yakni FA (18), As (17) dan MF (16) di kamar kos di Lingkungan Perintis 3 RT 01/03 Ciracas, Kota Serang, pada hari yang sama pada pukul 16.30 WIB.

Barang bukti yang diamankan dari ketiganya, petugas juga mengamankan sebanyak 143 paket kecil tembakau gorilla, 727 butir obat jenis Tramadol dan 21 butir obat Riklona.

Petugas pun tak menyerah, tersangka lainnya RS (17) dan MNH (19) langsung dibekuk di kamar kos yang berada di wilayah Kelapa Dua, Kelurahan Kagungan, Kota Serang, pada malam harinya pada pukul 22.30 WIB.

Dari tangan kedua pelaku, petugas mengamankan satu paket plastik besar tembakau gorilla seberat 38 gram dan 71 paket kecil tembakau gorilla milik RS. Sedangkan dari tangan MNH petugas mengamankan 68 paket tembakau gorilla dengan berat bruto 47 gram.

“Dua pelaku sudah dilakukan penahanan, sedangkan empat pelaku tidak ditahan karena statusnya masih pelajar,” ujar Irwansyah kepada waratawan, Rabu (29/3).

Menurutnya, tembakau gorilla tersebut dipesan oleh para pelaku secara online melalui media sosial Instagram. Setelah memesan, tembakau gorilla akan diantarkan menggunakan jasa kurir pengiriman barang tanpa mencantumkan alamat, hanya nomor telepon penerima.

“Sekali pesan 25 gram dengan harga Rp2 juta. Sama mereka, tembakau gorilla dicampur dengan tembakau biasa untuk dipecah dengan paket kecil dan jual per paketnya Rp50 ribu,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya, pelaku AB dan MF dijerat dengan Pasal 111 (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009. Sedangkan pemilik obat terlarang FA dan As dikenakan pula pasal 198 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009.

“Untuk tersangka RS dikenakan Pasal 114 (1) jo Pasal 111 (1), dan Pasal 132 (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009,” tukas Irwansyah. (Bayu)