31 Pasien Positif Corona di Banten Sembuh

0
2.468 views

Ati : Jaga Imunitas Tubuh

SERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten mencatat ada 31 pasien positif Covid-19 yang berhasil sembuh di Provinsi Banten. Sementara jumlah pasien positif yang meninggal mencapai 36 orang.

Berdasarkan data Dinkes Banten, hingga Jumat (17/4) pukul 18.00 WIB, jumlah kasus positif Covid-19 di Banten mencapai 229 kasus. Dengan rincian, 162 pasien masih dirawat di rumah sakit rujukan, 31 pasien dinyatakan sembuh sementara 36 pasien meninggal dunia.

Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Banten telah mencapai 1.029 orang, rinciannya 773 masih dirawat, 151 PDP dinyatakan sembuh, sementara 105 PDP meninggal dunia.

Menurut Kepala Dinkes Banten dr Ati Pramudji Hastuti, banyaknya pasien positif Covid-19 yang sembuh memberikan optimisme bahwa virus corona bisa disembuhkan meski hingga kini belum ada obat atau vaksin untuk mengatasi Covid-19. “Pemerintah daerah akan terus berupaya melakukan penanganan Covid-19 sehingga bisa menekan angka kematian pasien akibat Covid-19 di Banten,” kata Ati kepada Radar Banten, Jumat (17/4).

Ati yang juga menjadi juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Banten menuturkan, pasien positif corona yang berhasil sembuh lantaran memiliki imunitas tubuh yang cukup baik. “Selama ini pasien covid yang sembuh lantaran imunitas tubuhnya baik dan tidak memiliki penyakit penyerta,” tuturnya.

Selain imun tubuh yang baik, lanjut Ati, ada beberapa faktor lain yang membuat pasien positif bisa sembuh dari virus corona, yaitu kedisiplinan diri, ketenangan, keceriaan jiwa, dan terapi obat. “Pasien harus memiliki semangat segera sembuh dengan mengikuti anjuran dokter. Selama menjalani perawatan, pasien juga selalu mendapatkan motivasi dari paramedis yang melakukan perawatan,” ungkapnya.

PENYAKIT PENYERTA

Terkait banyaknya pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia, Ati menuturkan PDP yang meninggal sebagian sudah diperiksa laboratorium covid dengan hasilnya negatif corona, atau ada juga pasien PDP yang meninggal sebelum pasien tersebut dilakukan pemeriksaan laboratorium covid. “Banyaknya kasus PDP yang dilaporkan meninggal melibihi kasus positif corona dikarenakan pasien tesebut memiliki riwayat penyakit penyerta lainnya seperti jantung, stroke, hipertensi, cancer dan yang lainnya,” ungkapnya.

Untuk menekan penyebaran virus corona di Banten, lanjut Ati, Pemprov Banten telah mengambil sejumlah kebijakan, mulai kebijakan bekerja dari rumah untuk bagi ASN, meliburkan siswa, serta physical distancing pada masyarakat sebagai bentuk memutuskan matarantai penularan Covid-19. Termasuk menyiapkan anggaran penanganan dan pencegahan Covid-19 serta menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Tangerang Raya. “Saat ini Pemprov Banten sedang memfokuskan diri terhadap upaya penanganan PDP serta pasien positif Covid-19, tanpa mengesampingkan upaya pencegahaan agar Covid-19 di Banten dapat ditekan penyebarannya,” tegasnya.

Disinggung jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Banten mencapai 5.268 orang, Ati mengaku sebagian besar ODP sudah dinyatakan sembuh. “Hanya 2.292 ODP yang masih dipantau, sementara 2.976 sudah dinyatakan sembuh,” tegasnya.

Ia berharap, masyarakat Banten mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak keluar rumah, menerapkan pola hidup bersih serta menggunakan masker setiap keluar rumah. “Angka ODP Covid-19 setiap hari meningkat di Banten. Ini disebabkan masyarakat memiliki keinginan untuk mengetahui kondisi kesehatannya dengan mendatangi rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya serta banyak warga Banten yang mudik dari Jakarta,” tuturnya.

BUKA DATA

Terpisah, Ketua DPRD Banten Andra Soni meminta Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Banten untuk lebih terbuka terkait data pasien covid yang sembuh maupun yang meninggal. “Informasinya harus dibuka, sehingga masyarakat tahu bahwa kasus corona bisa disembuhkan, dan kasus corona juga bisa menyebabkan kematian. Sehingga warga secara mandiri ikut mencegah penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Andra melanjutkan, untuk pasien positif Covid-19 yang sembuh, harus tetap diberikan pelayanan kesehatan oleh pemerintah. Sehingga benar-benar sembuh saat melakukan isolasi mandiri rumah. “Masyarakat banyak yang khawatir bila pasien yang sembuh masih bisa terinfeksi Covid-19. Ini harus dijelaskan oleh Gugus Tugas, sehingga masyarakat mengerti,” harap Andra.(den/alt)