32 Lokasi Potensial Jadi Warisan Geologi

0
1.544 views
Bupati Iti Octavia Jayabaya menandatangani berita acara tentang rencana pengembangan Geosite di Kawasan Geopark Bayah Dome pada kegiatan FGD yang digelar di aula Multatuli Pemkab Lebak, Rabu (13/1).

RANGKASBITUNG – Bupati Iti Octavia Jayabaya menyatakan, sebanyak 32 lokasi potensial ditetapkan sebagai warisan geologi Kabupaten Lebak yang berdasarkan status pengelolaan lahannya berada di luar penguasaan Pemkab Lebak.

“Saya minta peran aktif dan keterlibatan secara langsung para pengelola lahan yang di dalamnya terdapat warisan geologi untuk bersama-sama dengan Pemerintah Daerah dalam mewujudkan konsepsi pengembangan Geopark,” kata Iti saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Rencana Pengembangan Geosite di Kawasan Geopark Bayah Dome, Rabu (13/1).

Hadir dalam diskusi tersebut Wakil Bupati (Wabup) Lebak Ade Sumardi, Asda Pemerintahan dan Kesra Pemkab Lebak Feby Hardian Kurniawan, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Lebak Virgojanti serta beberapa stakeholders, antara lain dari Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Perum Perhutani, PT. Perkebunan Nusantara VIII, PT. Cemindo Gemilang, PT. Legon Pari Mustika, dan PT. Banten Planting.

Iti mengintruksikan para Camat dan Kepala Desa (kades) yang termasuk dalam kawasan Geopark Bayah Dome untuk menyosialisasikan dan mengajak masyarakat turut menjaga dan melestarikan warisan geologi yang ada di wilayahnya.

“Saya yakin pasca pandemi ini dan seterusnya, wisata alam geopark akan menjadi pemicu awal economic recovery yang menyerap tenaga kerja dan menjadi multiplier effect sektor lain,” katanya.

Menurut Iti, bahwa sebagian besar potensi warisan geologi berada di luar penguasaan Pemkab Lebak, sehingga meminta kesediaan pihak-pihak tersebut untuk berkenan bersama-sama dengan Pemkab menjaga dan melestarikan warisan geologi dan keanekaragaman hayati sebagai upaya konservasi terhadap warisan bumi.

“Kepedulian masyarakat terhadap bumi dan lingkungan sekitar, diharapkan mampu membentuk suatu sikap rasa memiliki yang bertanggung jawab,” kata ketua DPD Partai Demokrat Banten ini.

Sementara itu, Asda Pemerintahan dan Kesra Pemkab Lebak Feby Hardian Kurniawan mengatakan, sebagai tindaklanjut hasil verifikasi lapangan terkait usulan Penetapan Warisan Geologi Kabupaten Lebak oleh Pusat Survei Geologi Kementerian ESDM RI, Pemkab Lebak menggelar FGD tentang Rencana Pengembangan Geosite di Kawasan Geopark Bayah Dome yang dipimpin langsung oleh Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya.

“Dalam kegiatan ini menghasilkan beberapa kesepakatan di antaranya Pemkab Lebak bersama para stakeholders pengelola lahan bekerja sama dan bersama-sama untuk menjaga dan melestarikan Warisan Geologi (Geoheritage) dan Keanekaragaman Hayati (Biodiversity) sebagai upaya konservasi terhadap warisan bumi,” katanya.

Menurut Feby, para stakeholders pengelola lahan wajib membuat rencana pengelolaan dalam pengembangan Situs Warisan Geologi (Geosite) di tiap-tiap lokasi. Baik yang akan dilaksanakan secara mandiri maupun dengan pola kerja sama. “Khusus penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, dan para stakeholders pengelola lahan berperan aktif dan terlibat secara langsung dalam menyukseskan FGD Penetapan Warisan Geologi (Geoheritage),” harapnya. (nce/zis)