32 Ribu KTP-El di Kabupaten Serang Belum Dicetak

Net. ILUSTRASI
Net. ILUSTRASI

SERANG – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Serang mencatat ada 32.164 KTP-el yang belum dicetak. Hal itu lantaran ketersediaan blangko KTP yang terbatas.

Kepala Bidang Administrasi Kependudukan pada Disdukcapil Kabupaten Serang Mujtahidi mengatakan, sejak Juli hingga akhir September 2019 pihaknya sudah menerbitkan 32.164 surat keterangan (suket) KTP-El. Suket itu diterbitkan untuk pengganti sementara KTP-El sambil menunggu ketersediaan blangko KTP.

Ia mengatakan, 32.164 KTP yang belum dicetak itu 18.000 di antaranya merupakan hasil perekaman baru. Kemudian, sisanya untuk perbaikan dan perubahan status di KTP-el. “PRR (print ready record-red)-nya 18.000, yang lainnya ada yang pembaruan KTP karena rusak, kemudian, juga ada yang perubahan status seperti alamat,” katanya kepada Radar Banten melalui sambungan telepon seluler, Jumat (18/10).

Ia mengatakan, saat ini pihaknya hanya diberikan 500 blangko KTP untuk satu bulan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sementara, setiap harinya ada ratusan warga yang mengurus KTP-el. “Dari pusatnya terbatas, kalau dulu kita 500 keping itu untuk sepuluh hari,” ujarnya.

Oleh karena itu, jika ada warga yang melakukan perekaman atau ingin memperbarui KTP-el untuk sementara akan diberikan suket. Meski demikian, pihaknya memastikan fungsi suket sama saja dengan KTP-el. “Fungsinya sama saja, suket ini berlaku sampai enam bulan ke depan,” terangnya.

Pihaknya juga mengaku sudah membuat surat edaran kepada perbankan dan lembaga lainnya untuk menerima warga yang hanya berbekal suket. Ia juga mengimbau warga untuk tetap bersabar. “Semoga nanti secepatnya ketersediaan blangko KTP dapat normal kembali,” ucapnya.

Seorang warga Kecamatan Cinangka Deni Hidayat mengeluhkan ketersediaan blangko KTP-el yang terbatas. Ia meminta pemerintah untuk segera mencukupi kebutuhan blangko KTP. “Kalau cuma dapat surat kan kayak enggak resmi, sedangkan ke mana-mana yang ditanyain KTP terus,” keluhnya. (jek/zee/ags)