35 Perusahaan Tunggak Iuran BP Jamsostek Berurusan dengan Kejari

Salah satu proses pemeriksaan penunggak iuran BPJS Ketenagakerjaan di Kejari Serang, (31/10).

SERANG – Sebanyak 35 perusahaan yang menunggak iuran Badan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek), Kamis (31/10), harus berurusan dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang. Perwakilan masing-masing perusahaan yang dipanggil ke Kejari dimintai keterangan. Kemudian mereka diminta komitmennya untuk melunasi iuran yang tertunggak.

Petugas Pengawasan dan Pemeriksaan pada BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang Ridho Muhelmi menjelaskan, perusahaan dipanggil Kejari atas atas Surat Kuasa Khusus (SKK) yang dikirimkan oleh BP Jamsostek Cabang Serang.

“Sebenarnya hanya sepuluh perusahaan yang memiliki tunggakan. Namun karena ada beberapa perusahaan yang memiliki anak perusahaan, sehingga secara keselurahan ada 35 perusahaan,” kata Ridho.

Ridho menegaskan, proses dan pelunasan iuran hingga November sehingga pada Desember sudah tidak memiliki tunggakan. “Paling besar tunggakkannya sampai Rp1,4 miliar dan paling rendah puluhan juta,” katanya.

Pada kesempatan itu, Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara¬†Kejari Serang Tandy Mualim mengungkapkan, potensi tunggakan dari perusahaan tersebut sebesar Rp5 miliar. “Oktober ini BP Jamsostek mengirimkan 35 SKK dengan potensi sekitar Rp5 miliar. Perusahaan diberi waktu hingga Desember tahun ini. Tapi secara teknis itu nanti langsung sama BP Jamsostek. Kami hanya menunggu dan melakukan pemanggilan,” katanya.

Apabila perusahaan yang menunggak tidak merespos pemanggilan hingga tiga kali akan ada tindakan lainnya. Misalnya, mendatangi ke perusahaan bersangkutan atau melalukan mitigasi. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pemberi kuasa yakni BP Jamsostek. (aas)