4.772 Kendaraan Diputar Balik, Pemudik Diancam Kena Tilang

Petugas Kepolisian memeriksa kendaraan yang keluar dari pintu tol Merak, Senin (11/5) malam. Pemeriksaan itu merupakan upaya penyekatan bagi pemudik yang hendak ke Pelabuhan Merak.

CILEGON – Sebanyak 4.772 unit kendaraan pemudik yang akan menyeberang ke sejumlah daerah di Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, diputar balik oleh petugas gabungan dari kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub).

Ribuan kendaraan itu diputar balik dalam kurun waktu 18 hari pelaksanaan Operasi Ketupat Kalimaya 2020.

Pengetatan kendaraan yang akan menyebarang melalui Pelabuhan Merak dilakukan di pos check point Gerem, Kecamatan Grogol, Pintu Tol Merak, serta gerbang masuk Pelabuhan Merak.

Hingga Senin (11/5) malam, proses pengetatan masih berlangsung. Setiap kendaraan yang keluar dari tol Tangerang-Merak, khususnya kendaraan pribadi dan travel diperiksa satu persatu oleh petugas gabungan.

Ditemui di sela-sela pengawasan, Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Wibowo menjelaskan, pihaknya terus konsisten melakukan pemeriksaan dan penyekatan khusus bagi yang akan melakukan perjalanan mudik ke Sumatera.

Hasilnya, 4.772 unit kendaraan itu lah yang terjaring dan dipaksa untuk memutar balik ke daerah asal.

“Ini didominasi oleh kendaraan pribadi (mobil), kemudian roda dua, truk dan bus,” ujar Wibowo, Senin (11/5) malam.

Selain memaksa memutar balik kendaraan, selama Operasi Ketupat Kalimaya 2020, pihaknya pun membongkar berbagai modus yang dilakukan oleh masyarakat yang ingin mudik.

Misalnya menaiki kendaraan angkutan barang, memasukkan kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor ke dalam truk, dan menjadikan kendaraan pribadi sebagai angkutan umum.

Karena itu, ke depan jika pelanggaran tersebut masih ditemukan, pihaknya akan memberikan sanksi tilang kepada pengemudi.  

“Awal kita melakukan tindakan  humanis, ke depan kita akan melakukan tindakan tegas, kita tilang. Kita mengimbau agar masyarakat tidak kucing-kucingan dengan cara menggunakan alat transportasi tidak semestinya atau  juga yang tidak punya izin trayek,” papar Wibowo.

Beberapa hari terakhir, jumlah kendaraan yang diputar balik mengalami penurunan hingga tujuh persen. Ia berharap seterusnya tidak ada lagi masyarakat yang memaksakan diri untuk mudik.

Disinggung terkait Surat Edaran Gugus Tugas Covid-19, Nomor 4 tahun 2020 tentang Pembatasan Perjalan Orang, menurutnya dalam surat edaran itu, perjalanan dikecualikan kepada beberapa pihak di antaranya orang-orang yang sedang melaksanakan tugas. Kedua yang bersifat kedukaan atau sakit dan membutuhkan pengobatan segera, ketiga orang-orang repatriasi atau PMI atau mahasiswa yang kuliah di luar negeri.

“Namun ada dokumen-dokumen yang harus dilengkapi masyarakat. Kalau perjalanan dinas harus ada id atau surat perjalan dinas, kematian harus ada surat kematian, kalau repatriasi harus ada paspor dan surat yang menyatakan sehat,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Banten, Nurhadi Unggul Wibowo menjelaskan, hingga saat ini terminal belum operasional.

“Pengecualian untuk angkutan umum diperbolehkan tapi dengan persyaratan, kalau penumpangnya harus memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,” ujar Nurhadi.

Sepanjang tidak memenuhi persyaratan tidak kita perbolehkan masuk terminal. Penjualan tiketnya pun harus di kantor Perusahaan Otobus.

Nurhadi menegaskan, hingga saat ini belum ada satu pun angkutan umum yang telah memiliki izin untuk masuk ke terminal yang ada di Provinsi Banten. (bam/air)