40 Persen Rumah Tangga di Banten Kekurangan Air Bersih

SERANG – Menurut Guru Besar Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor Ani Mardiastuti, Banten masih kurangnya pasokan air bersih yang dipergunakan untuk dikonsumsi masyarakat.

“Tadi saya mendengar bahwa di Banten merupakan daerah Karst yang dimana jika ada air akan langsung ambles ke tanah. Maka dari menurut statistik dari Pemerintah Pusat bahwa 40 persen rumah tangga di Banten masih kekurangan air bersih,” katanya saat diwawancarai seusai seminar Hari Air Nasional yang digelar oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Banten di Ratu Bidakara Hotel, Rabu (12/4).

Masih kata dia, saat ini kemungkinan di Banten yang kurang ketersediaan pasokan air bersih yakni daerah-daerah yang jauh dari jangkauan perkotaan.

“Walaupun ada air sungai namun itu bukan air bersih dan tidak layak minum, masih banyak masyarakat Banten yang memanfaatkan sumur dangkal, ledeng, air kemasan dan air hujan,” ujarnya.

Ia meminta pada Pemerintah Provinsi Banten agar harus lebih meyakini bahwa air itu sudah menjadi masalah penting yang harus segera ditangani, karena kalau sudah diyakini akan banyak program yang akan dilakukan.

“Kurangnya wilayah tampungan air atau resapan air karena tutupan akibat konservasi lahan akibat adanya budidaya, kegiatan usaha, perumahan dan perusahaan, serta menurunnya kuantitas air tanah, itu yang jadi permasalahan yang harus dipecahkan oleh pemerintah,” ungkapnya. (Wirda Garizahaq/risawirda@gmail.com)