Penyerahan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada pewakilan pengojek di Kota Cilegon.

CILEGON – Sebanyak 408 pengojek pangkalan di Kota Cilegon masuk program BPJS Ketenagakerjaan. Selama tiga bulan, iuran kepesertaan ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan. Setelah itu, mereka membayar secara mandiri.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang Muallif menjelaskan, stimulan ini diberikan agar para driver ojek pangkalan memahami sistem BPJS Ketenagakerjaan dan pentingnya memiliki jaminan sosial. “Ini stimulus agar mereka tertarik, benefitnya asuransi kecelakaan dan kematian,” ujar Mualif usai penyerahan kartu, Kamis (17/1). Penyerahan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis disaksikan oleh Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi dan Ketua DPRD Kota Cilegon Fakih Usman.

Masuk dalam program BPJS Ketenagakerjaan, para driver mendapatkan benefit biaya pengobatan jika mengalami kecelakaan saat menjalankan profesinya. Biaya pengobatan dan perawatan di ruang rawat inap kelas 1 rumah sakit tidak terbatas. Sampai mereka dinyatakan sembuh. Jika meninggal, ahli waris mendapatkan uang santunan sebesar Rp24 juta.

Ia berharap para driver ojek pangkalan bisa melanjutkan secara mandiri iurannya agar jaminan sosial mereka bisa terus dilanjutkan. “Kalau secara mandiri, biaya premi per bulan Rp16.800,” ujarnya.

Ketua Paguyuban Ojek Pangkalan Cilegon (POPC) Huri Masghuri mengungkapkan, driver ojek pangkalan di Kota Cilegon sebanyak 5.815 orang di 363 pangkalan. “Teman-teman sih bilangnya mau nanti ngelanjutin. Kita juga berharap semuanya nanti bisa daftar,” ujarnya. (Bayu Mulyana/Agus Iryana)