45 Menit Upacara di Dasar Laut Selat Sunda

Pangkalan TNI Angkatan Laut Banten bersama dengan penyelam lain melakukan upacara HUT Kemerdekaan RI di dalam laut Selat Sunda, Jumat (17/8). DOK. LANAL BANTEN FOR RADAR BANTEN

CILEGON – Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banten bersama komunitas penyelam melakukan upacara bendera di dasar laut Selat Sunda, tepatnya di wilayah Pulau Sangiang, Kabupaten Serang, Jumat (17/8). Mereka yang ikut dalam kegiatan sarat makna sejarah itu antara lain Banten Diving Club, Samsara Go Dive, Badak Divers, Krakatau Daya Listrik (KDL) Divers, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Komandan TNI Angkatan Laut Banten Kolonel Laut (P) Baroyo Eko Basuki menjelaskan, upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-73 RI dilakukan di bawah kedalaman sepuluh meter. Dipilihnya Pulau Sangiang sebagai lokasi penyelaman karena pulau itu terkenal dengan keindahan bawah lautnya.

Menurut Baroyo, penyelaman dilakukan oleh 30 orang termasuk dirinya. Penyelaman dilakukan pukul 11.00 WIB, tak jauh dari lokasi pintu masuk menuju lokasi perkampungan warga Pulau Sangiang. Penyelam yang ikut upacara itu merupakan orang-orang yang memiliki pengalaman menyelam dan memahami apa saja yang harus dilakukan saat upacara berlangsung.

“Kegiatan di bawah air berlangsung 45 menit,” ujar Baroyo, Jumat (17/8).

Menurutnya, penyelaman itu juga untuk mempromosikan potensi bawah laut di salah satu pulau yang ada di tengah-tengah Selat Sunda tersebut. “Kita ingin masyarakat luas tahu keindahan alam yang kita miliki,” tuturnya.

Selain upacara di bawah laut, Lanal Banten dan sejumlah penyelam juga memungut sampah dan bakti sosial di perkampungan warga Pulau Sangiang. Menurutnya, kondisi bawah laut Pulau Sangiang cukup memprihatinkan akibat sampah yang bersumber dari masyarakat, wisatawan, juga kapal-kapal yang melintas di lintasan Selat Sunda.  “Dulu lebih indah dari ini. Saya mengajak semua pihak untuk bersama menjaga apa yang sudah diberikan oleh Tuhan,” katanya.

Sekretaris Banten Divers Comunity (BDC) Ferry Muhdiana mengungkapkan, ia dan sejumlah anggota komunitas BDC lain tertarik mengikuti kegiatan itu karena momen yang sangat berharga. Kata dia, perlu ada peran semua pihak untuk menjaga kelestarian ekosistem bawah laut. Peran satu pihak saja tidak cukup untuk menjaga kekayaan alam bawah laut. “Rencananya besok (hari ini-red) kita akan pasang mooring, pembatas untuk kapal agar enggak asal buang jangkar, karena sekali buang jangkar, banyak terumbu yang rusak,” tuturnya. (Bayu M/RBG)