465.807 Warga Banten Menganggur, Mayoritas Lulusan SMK

Suasana rilis data pengangguran di BPS Banten.

SERANG – Badan Pusat Statsitik (BPS) Banten merilis data pengangguran di Banten pada triwulan pertama tahun 2019. Warga Banten yang menganggur pada Februari sebanyak 465.807 orang. Mayoritas lulusan SMK.

Dari jumlah penduduk Banten sebanyak 9,28 juta orang, jumlah angkatan kerja pada Februari sebanyak 6,142 juta orang. Jumlah itu naik 53.916 orang dibanding Februari 2018 lalu.

Meningkatnya jumlah angkatan kerja tidak disertai dengan naiknya tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK), yang justru mengalami penurunan sebesar 0,87 poin. Hal itu disebabkan adanya pergeseran penduduk dari angkatan kerja ke bukan angkatan kerja. Sedangkan jumlah penduduk bukan angkatan kerja yakni sebanyak 3,14 juta orang yang terdiri dari mengurus rumah tangga, sekolah, dan lainnya.

Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Banten Tutu Amalia menjelaskan, Pemprov Banten masih mempunyai pekerjaan rumah (PR), khususnya dalam menanggulangi masalah pengangguran yang didominasi lulusan SMK sebanyak 11,65 persen. Sedangkan lulusan SD ke bawah 5,45 persen, lulusan SMP 7,13 persen, lulusan SMA 10,06 persen, lulusan Diploma III 3,87 persen, serta lulusan universotas 5,69 persen.

“Selain itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) perdesaan lebih tinggi dibandingkan perkotaan yakni 7,45 persen dan 7,91 persen,” kata Tuti saat rilis BPS di kantor BPS Banten, KP3B, Kota Serang, Senin (6/5).

Menanggapi rilis BPS, Kepala Disnakertrans Banten Al Hamidi mengatakan, jumlah pengangguran di Banten berdasarkan data Disnakertrans hanya 80 ribu orang. Jumlah itu berdasarkan dari pembuatan kartu pencari kerja atau kartu kuning pada 2018 lalu.

“Benar itu didominiasi lulusan SMK. Di Banten ini ada 675 SMK, di mana 75 itu SMK negeri, selebihnya swasta dengan tingkat kelulusan mencapai 70 ribu orang. Jelaslah (pengangguran) pasti SMK,” ujarnya.

Pihaknya terus berupaya menekan angka pengangguran. Beberapa upaya yang dilakukan yakni menigkatkan kompetensi pegawai, membentuk skill development center, dan pemberangkatan ke luar negeri. Selain itu, perekrutan tenaga kerja hampir tiap pekan dilakukan. Apalagi, Disnakertrans kabupaten/kota juga melakukan perekrutan sesuai Pergub Nomor 8 Tahun 2018 tentang Wajib Lapor Lowongan Pekerjaan. (Rostinah)