Ilustrasi

SERANG – Lembaga Independen Survey Masyarat (Lisma) mensurvey karakteristik pemilih di Banten pada pada 27 Juni hingga 3 Juli 2016. Hasilnya, sebanyak 48 persen pemilih Banten berkarakter pragmatis, idealis 28 persen, apatis 12 persen, emosional 7 persen, dan ikut panutan 5 persen.

“Metodenya dengan wawancara menggunakan kuisioner dan bertatap muka langsung dengan responden. Semua pemilih mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sebagai responden dengan margin of error ± 4,7 persen,” jelas Dindin Hadiyudin, Direktur Lembaga Independen Survey Masyarat (Lisma), kepada Radar Banten Online, Kamis (28/7).

Ia melanjutkan, survey menggunakan sistem multistage random sampling dengan responden 440 orang yang tersebar di wilayah Provinsi Banten.

Selain karakteristik pemilih, Lisma juga mensurvey figur calon yang diinginkan masyarakat dan elektabilitasnya.
Elektabilitas Rano Karno bersaing ketat dengan Wahidin Halim karena kedua figur ini dianggap telah berbuat dan diharapkan mampu mengatasi masalah pembangunan.

“Aspek reability keterpilihan kedua calon tersebut adalah Rano Karno sebagai incumbent dianggap telah bebuat dan Wahidin Halim dianggap memiliki performance pemimpin yang diharapkan mampu mengatasi masalah pembangunan di Provinsi Banten,” ungkap Dindin Hadiyudin.

“Dari hasil survey elektabilitas Rano Karno memperoleh 30 persen dan Wahidin Halim memperoleh 24,32 persen. Sedangkan untuk urutan ketiga ditempati Eden Gunawan dengan 7,05 persen, Andika Hazrumy 6,82 persen, dan Ahmad Taufik Nuriman 5,00 persen,” sambung Dindin. (Fauzan Dardiri)