5.053 Balita di Kota Serang Kurang Gizi

SERANG – Dinas kesehatan Kota Serang mencatat banyak balita di berbagai kecamatan Kota Serang mengalami Gizi kurang. Dari 83.438 balita yang ada di Kota Serang, sebanyak 5.053 balita mengalami Stunting alias gizi kurang.

Hal tersebut dikatakan Kepala dinas Kota Serang, Toyalis usai menghadiri acara lomba balita Indonesia tingkat Kota Serang di gedung PKPRI, di Rau,  Rabu (27/7/2016).

“Saat ini kami mencatat angka gizi kurang di Kota Serang sangat tinggi. Para balita dari hasil PIN kemarin pada 2015 di Kota Serang mengalami Stunting alias gizi kurang. Dari 83.438 balita yang ada di Kota Serang, sekitar 5.051 balita mengalami Stunting, “ujarnya.

Toyalis menjelaskan Stunting merupakan balita yang berpotensi tumbuh menjadi kurus, sangat kurus dan pendek, sangat pendek. Dari 5.051 balita tersebut terbagi dalam terbagi dalam empat kategori pertama balita kurus ada 56 dan kategori sangat kurus ada 997 balita. Sementara yang kategori sangat pendek ada 1723 balita dan yang pendek 2275 balita. Jadi totalnya 5.051 balita di Kota Serang mengalami Stunting.

“Para balita yang mengalami gizi kurang paling banyak ditemukan di puskesmas Kilasah yaitu mencapai sekitar 1358 balita berpotensi tumbuh sangat pendek,” ujarnya.

Untuk itu Toyalis berharap pada para orang tua di Kota Serang lebih peduli terhadap tumbuh kembang anak. Sebab peran orang tua sangat penting dalam mengasuh anak menjadi tumbuh ideal, Sehat dan baik.” Ini menjadi tugas kita bersama. Jadi angka gizi kurang ini jangan dibebankan ke dinkes tapi semua pihak terkait bersama-sama mencari solusinya agar angka stunting berkurang,” ujarnya.

Stunting ini bisa diobati, lanjut Toyalis, asalkan para orang tua rajin ke puskesmas agar para balitanya diimunisasi dan pola asuh, pola makannya juga diperbaiki, asupan gizinya ditingkatkan.”Saya berharap semua aparat dinas terkait bisa terlibat agar semua balita di Kota Serang tumbuh sehat dan ideal,” harapnya.