5.227 Detonator Milik PT Indohong Jaya Dicuri

RANGKASBITUNG – Ribuan detonator elektrik milik PT Indohong Jaya di Kampung Ciladu, Desa Mekarsari, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, hilang dicuri di dalam gudang perusahaan tambang emas tersebut pada Rabu (8/3). Kasus ini masih didalami Densus 88 Mabes Polri.

Informasi yang dihimpun Radar Banten, gudang PT Indohong Jaya yang menyimpan ribuan detonator dibobol maling. Kejadian tersebut terungkap ketika karyawan PT Indohong Jaya, Agus Salim, membersihkan rumput di sekitar gudang. Agus Salim melihat kunci gembok gudang rusak dan pintu terbuka. Dia langsung mengecek kondisi di dalam gudang untuk mengetahui barang-barang perusahaan yang hilang.

Setelah diinventarisasi, 5.227 detonator milik PT Indohong Jaya raib dan hanya tersisa empat detonator handak di dalam gudang. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan Agus Salim kepada pimpinan perusahaan dan kini sedang dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Gudang detonator handak sejak September 2015 sampai 1 Maret 2017 dijaga dua personel Brimob dari Kompi Panggarangan dan dua orang security PT Indohong Jaya. Namun, penarikan pengamanan dua personel Brimob tersebut tidak dikoordinasikan dengan Polsek Cibeber dan Polres Lebak.

Iip Makmur, warga Desa Mekarsari, Kecamatan Cibeber, mengatakan, informasi soal pencurian detonator handak sudah tersebar di masyarakat sejak tengah pekan lalu. Namun, Iip tidak tahu persis tentang kronologi kejadian hilangnya detonator handak tersebut. “Informasinya memang begitu (detonator PT Indohong dicuri-red). Tapi, saya enggak tahu kejadian yang sebenarnya. Hanya tahu dari obrolan tetangga,” ungkapnya.

Wakil rakyat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyatakan, tahun lalu Komisi IV DPRD Kabupaten Lebak pernah melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap PT Indohong Jaya. Sidak tersebut dilakukan karena perusahaan tambang emas itu diduga tidak mengantongi izin usaha pertambangan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Bahkan, pada saat itu, mereka tidak bisa menunjukkan dokumen izin perusahaan. “Tidak hanya soal izin pertambangan. Komisi IV juga menyoal tentang tenaga kerja asing (TKA-red) yang dipekerjakan manajemen PT Indohong yang diduga tidak punya izin bekerja di Indonesia,” paparnya.

Kades Mekarsari, Kecamatan Cibeber, Abad juga tidak mau memberikan keterangan terkait kasus dugaan pencurian di PT Indohong Jaya. Dia menyarankan Radar Banten untuk menghubungi Kapolsek Cibeber AKP Hero. “Ke Kapolsek (AKP Hero-red) aja yang lebih jelas mah,” ujarnya singkat.

Kapolsek Cibeber Ajun Komisaris Polisi (AKP) Hero enggan memberikan komentar terkait kasus dugaan pencurian detonator handak di PT Indohong Jaya. Dia meminta kepada Radar Banten untuk menghubungi Kasatreskrim Polres Lebak AKP Zamrul Aini. “Silakan ke Pak Kasatreskrim saja, karena informasinya masih simpang siur,” kata Hero ketika dihubungi via telepon selulernya.

Kasatreskrim Polres Lebak AKP Zamrul Aini tidak bisa dimintai keterangan terkait kasus ini. Beberapa kali dihubungi sejak Jumat (10/3) lalu, belum tersambung. Walaupun, telepon seluler Kasatreskrim dalam kondisi aktif.

Sementara itu, Kapolres Lebak Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Muhamad Tora ketika dikonfirmasi melalui Whatsapp menyatakan, tidak ada tindak pencurian di PT Indohong Jaya. “Belum ada, Mas,” tukasnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Tim Densus 88 Mabes Polri Inspektur Polisi Dua (Ipda) Nia Kurnia menyatakan, pengusutan pencurian 5.227 detonator elektrik itu dilakukan oleh satuan khusus antiteror Mabes Polri. “Penyelidikan diambilalih Mabes Polri,” tegasnya melalui sambungan telepon seluler, tadi malam.

Nia masih enggan menjelaskan hasil sementara penyelidikannya. Yang jelas, penyelidik sedang menelusuri kasus yang terjadi setelah pihak PT Indohong Jaya tidak lagi membutuhkan anggota Brimob untuk mengamankan gudang bahan peledaknya.

Namun, dengan penugasan Densus 88 Mabes Polri, segala kemungkinan yang berkaitan dengan kasus ini bisa saja terjadi. Keterlibatan kelompok radikal dan terorisme misalnya. Terlebih detonator elektrik yang dicuri dari gudang bahan peledak PT Indohong Jaya itu, diakui Nia, bisa digunakan untuk segala jenis bahan peledak atau bom berdaya ledak tinggi dan kecil. “Untuk bom ikan juga bisa,” katanya mencontohkan. (Mastur-Agus P/Radar Banten)