50 Kilogram Ganja Asal Aceh Dibakar

Sebanyak 50 kilogram ganja dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten, Kamis (26/3).

SERANG – Sebanyak 50 kilogram (kg) daun ganja kering dimusnahkan dengan cara dibakar di kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten, Kamis (26/3). Puluhan kg ganja tersebut merupakan hasil ungkap kasus di Terminal Bayangan PO Bus Telaga Indah, Cikokol, Kota Tangerang, Selasa (18/2).

“Hari ini kita laksanakan pemusnahan narkotika golongan satu jenis ganja kurang lebih sebanyak 50 kg. Asal barang ini dari Aceh menggunakan bis,” kata  Kepala BNN Provinsi Banten Brigjen Pol Tantan Sulistyana kepada wartawan.

Ganja tersebut diselundupkan dengan cara dikemas di dalam empat keranjang buah dan ditutup koran. Untuk mengelabui petugas, di atas tumpukan ganja tersebut diisi asam jawa. Bus dengan nopol BL 7544 A membawa narkoba golongan satu tersebut dari Aceh. “Ganjanya ditutupi asam jawa,” ujar Tantan.

Ganja tersebut diketahui dikendalikan oleh napi di salah satu lembaga pemasyarakatan (lapas) di Jawa Barat berinisial MF dan ND. Keduanya menggunakan jasa kurir MM (38), warga Jakarta Timur dan BW (23), warga Kota Bekasi, Jawa Barat untuk mengambil ganja tersebut di bus. “Hasil interogasi terhadap dua pelaku yang diamankan, keduanya hanya sebagai kurir untuk mengambil ganja,” kata Tantan.

Dijelaskan Tantan, upaya penyelundupan dilakukan dengan cara melalui telepon. MF dan ND memesan ganja tersebut kepada jaringannya di Aceh. Saat mendapat konfirmasi ganja sudah dikirim, MF dan ND menghubungi dua kurir BW dan MM. “Menggunakan alat komunikasi (dalam mengatur pengiriman ganja-red),” tutur Tantan      

Rencananya ganja tersebut akan diedarkan di wilayah Jakarta dan Banten. Puluhan paket ganja yang masing-masing ukuran 1 kg tersebut rencananya akan dipecah menjadi paket kecil dan ukuran sedang. “Untuk peredaran di wilayah Jakarta dan Banten,” kata alumnus Akpol 1991 tersebut.

Hingga saat ini polisi masih melakukan pengembangan terhadap jaringan tersebut. Sementara kedua napi pemilik ganja tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun penahanan keduanya belum dipindahkan ke Lapas Klas II A Serang. (mg05/nda/ags)