500 Hotel dan Restoran di Banten Tutup

0
1.533 views

SERANG –  Di tengah situasi pendemi Covid-19 dengan adanya pembatasan kegiatan dan imbauan tinggal di rumah, pengunjung hotel dan restoran di Banten sepi. Akhirnya sekitar 500 hotel dan restoran di Banten menghentikan sementara kegiatan usahanya sejak akhir Maret dan awal April 2020.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Banten Achmad Sari Alam mengungkapkan, di Banten ada 100 hotel dan 400 restoran yang tutup. Untuk nasional lebih dari 1.000 hotel yang tutup. “Jumlah ini masih dimungkinkan ditambah,” kata Sari Alam kepada Radar Banten, Minggu (5/4).

Menurutnya, hotel dan restoran di Banten yang tutup belum ada yang memutuskan PHK, tetapi baru dirumahkan saja.

Pengurus DPP Indonesia Hotel General Manager Association (IGHMA) Doddy Faturahman mengungkapkan, di Banten ada puluhan hotel yang tutup sementara akibat pandemi Covid-19. Di Kabupaten Serang dan Tangerang Raya ada lebih dari 20 hotel yang tutup sementara. “Karena pengunjung sepi,  terpaksa ditutup sementara sampai waktu yang tidak ditentukan,” katanya saat dihubungi Radar Banten, Minggu (5/4).

Menurutnya, tidak semua hotel di Banten tutup. Ada beberapa hotel yang tetap bertahan di kondisi saat ini, seperti Hotel Le Dian dan Le Semar di Kota Serang.  “Untuk Pandeglang belum ada informasi lebih lanjut apakah ada yang tutup atau tidak,” katanya.

Ia mengungkapkan, puluhan hotel yang tutup sementara terpaksa merumahkan karyawan untuk mengurangi beban operasional. Untuk sistem penggajian tergantung dari manajemen hotel masing-masing.  “Hotel yang tutup ini secara otomatis tidak akan memberikan gaji,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, ada juga hotel yang tetap beroperasi meskipun tamunya sedikit. Manajamen hotelnya menggunakan sistem 15 hari kerja dan 15 hari libur kepada karyawannya. Tidak menutup kemungkinan masih akan ada hotel yang tutup. “Tidak bisa dipungkiri, operasionalnya cukup besar. Saat ini beberapa manajemen hotel tengah melakukan negosiasi dengan pemilik hotel terkait kondisi saat ini,” ungkap Doddy.

Pengurus PHRI Kabupaten Serang Agus Zaenal mengungkapkan, di Kabupaten Serang ada sekitar 35 hotel. Untuk sementara baru 11 hotel, baik bintang dan non bintang, yang ditutup secara mandiri. “Ada 11 hotel tutup mandiri karena sepi pengunjung, tapi saya tidak bisa sebutkan hotel mana saja yang tutup,” katanya, Minggu (5/4).

Menurutnya, hotel terpaksa tutup sementara agar bisa melakukan efisiensi dan mensterilkan area hotel. “Tamu juga tidak ada yang datang, lebih baik ditutup sementara,” kata Agus.

Ketua PHRI Pandeglang Widi Widiasmanto mengatakan, di Pandeglang ada dua hotel yang tutup sementara, yakni Kharisma Hotel dan Pulau Umang. “Rata-rata hotel sudah menggunakan sistem 15 hari kerja dan 15 hari libur tanpa digaji. Ini untuk mengurangi operasional hotel,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menyatakan, di Indonesia sementara ini sudah ada ratusan hotel yang terpaksa berhenti beroperasi untuk sementara. ”Di mana-mana kinerja hotel itu mengikuti demand tamu. Jika tidak ada tamu atau sepi, ya pasti tidak ada pemasukan,” ujarnya Kamis (2/4).

Wakil Ketua Umum PHRI Rainier H Daulay melaporkan bahwa ada 826 hotel yang menghentikan operasionalnya untuk sementara. Saat ini rata-rata okupansi hotel secara nasional hanya sekitar 5 persen. (skn/aas)