500 Orang Kaya Nunggak PBB

Petugas pentungan PBB Bapenda mendatangi salah satu rumah warga di Cluster Senayan Bintaro menagih tunggakan PBB, Selasa (10/7). FOTO: BAPENDA TANGSEL FOR RADAR BANTEN

PONDOKAREN – Genjot pendapatan asli daerah (PAD), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangerang Selatan menyisir perumahan elite kawasan Cluster Senayan Bintaro. Di sana, sebanyak 500 wajib pajak (WP) menunggak pajak bumi bangunan (PBB) dengan total tagihan Rp3,2 miliar.

Kepala Bidang Pajak Daerah Satu Bapenda Indri Sari Yuniandri menyatakan, menjemput bola untuk melakukan penagihan penunggak pajak melalui program petungan PBB. ”Ini hari kedua, sudah ada 159 WP yang ditagih dari total 500,” katanya, Selasa (10/7).

”Terlama, tunggakan selama dua tahun. Kita konsentrasi di cluster-cluster Senayan,” tambahnya.

Ia menjelaskan, upaya ini telah membuahkan hasil. Hari pertama, Senin (9/7) telah berhasil menagih uang Rp45 juta. ”Sekarang sudah dapat Rp56 juta,” jelasnya.

”Harapannya, para WP mau taat bayar pajak. Sebanyak 20 petugas melakukan door to door ke rumah penunggak pajak,” tukasnya.

Program ini difokuskan untuk menyasar wajib pajak yang tinggal di cluster atau perumahan-perumahan di Kota Tangsel. Mengingat warga yang tinggal di lingkungan tersebut memiliki keterbatasan waktu untuk memenuhi tanggung jawabnya.

Selain daripada penyediaan fasilitas pembayaran PBB, Pentungan PBB juga menyediakan pelayanan mengajukan balik nama surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) PBB atau membetulkan luas tanah dan luas bangunan PBB milik warga yang salah.

Kepala Bapenda Dadang Sofyan mengimbau, warga Bintaro khususnya agar dapat melaksanakan pembayaran PBB tepat waktu, agar denda penunggakan tidak terlalu besar. ”Makanya kami menjemput bola untuk para WP membayar pajaknya,” singkatnya. (Wahyu S/RBG)