SERANG – Ditemui usai mengunjungi PAUD Al-Kautsar untuk memperingati Hari Aksara Internasional, Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, masih banyak masyarakat Banten yang buta aksara, mencapai sekira 51 ribu jiwa.

“Ini tugas berat, tapi bukan tanpa upaya. Pada 2010 jumlah masyarakat yang masih buta aksara sebanyak 218 ribu orang, saat ini sudah berkurang menjadi 51 ribu orang,” papar Rano, Kamis (22/10/2015).

Menurut Rano, Pemprov menargetkan pada tahun 2019 mendatang jumlah masyarakat yang buta aksara akan semakin berkurang. Untuk itu, menurut Rano, Pemprov Banten telah mencanangkan sejumlah program.

“Misalnya melalui program perekonomian, seperi membentuk kelompok masyarakat membuat olahan, namun bukan hanya keuntungan ekonomi yang didapat, tapi melalui program tersebut masyarakat pun sambil diajarkan aksara,” kata Rano.

Untuk mengetanskan buta aksara, menurut Rano, perlu ada dukungan dan kerja keras dari pemerintah kabupaten/kota. “Kalau pun buta aksara berhasil dientaskan, itu karena adanya dukungan dari kabupaten/kota,” ujar Rano.

Sementara itu, ditemui di tempat yang sama, Kepala Dindik Banten Engkos Kosasih Samanhudi mengungkapkan, untuk mengetaskan buta aksara pihaknya terus meningkatkan anggaran setiap tahunnya. “Tahun ini sekitar Rp5 miliar, tahun depan akan ditingkatkan lagi,” kata Engkos. (Bayu)