53,5 Ton Rumput Laut Asal Desa Laban Diekspor ke Vietnam

0
539 views
Menteri KKP Edhy Prabowo (kiri pegang kendi) bersama Wakil Bupati Pandji Tirtayasa (kanan) melepas kontainer pengangkut rumput laut produksi lokal untuk diekspor ke Vietnam di Desa Laban, Kecamatan Tirtayasa, Sabtu (25/4).

SERANG – Sebanyak 53,5 ton rumput laut asal Desa Laban, Kecamatan Tirtayasa resmi diekspor ke Vietnam. Puluhan ton rumput laut itu, hasil produksi para petani lokal di pesisir Serang Utara.

Sabtu (25/4), Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Edhy Prabowo melepas dua kontainer rumput laut produksi Kabupaten Serang yang akan diekspor ke Vietnam. Turut hadir pada acara pelepasan, yakni Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa.

Edhy mengungkapkan, pihaknya mendapatkan permintaan ekspor produk rumput laut dari negara Vietnam berdasarkan data Direktorat Jenderal (Dirjen) Budidaya dan Dirjen Penguatan Daya Saing Kementerian KPP RI sebanyak 3.000 ton per bulan. “Dari Kabupaten Serang baru mensupply (mengirimkan-red) 53,5 ton. Artinya, kebutuhannya masih banyak,” ungkap Edhy dalam keterangan tertulis yang diterima Radar Banten melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) Kabupaten Serang, kemarin.

Oleh karena itu, Edhy meminta, semua stakeholder sama-sama mengedukasi para petani rumput laut agar lebih semangat memproduksi. “Saya ucapkan terima kasih kepada para petani rumput laut,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengapresiasi para nelayan rumput laut Kabupaten Serang yang mampu melakukan ekspor produk di tengah kesulitan ekonomi saat ini. “Ekspor perdana ke Vietnam 53 ton, sementara Vietnam membutuhkan 3.000 ton. Indonesia baru bisa mengekspor 300 ton. Jadi peluang pasar masih sangat terbuka,” ujar ibu tiga anak itu.

Disebutkan Tatu, potensi lahan budidaya rumput laut di Kabupaten Serang mencapai seluas 4.000 hektare dan baru tergarap 2.000 hektare. “Ini (lahan tambak-red) digarap oleh 400 petambak yang tergabung 40 kelompok pembudidaya rumput laut,” katanya.

Kata Tatu, mayoritas budidaya rumput laut di Kabupaten Serang jenis euchema cottoni. Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP), kata Tatu, pada 2019 produksi jenis rumput laut itu di Kabupaten Serang tercatat ada 20 ribu ton basah atau setara 2 ribu ton kering. Sementara rumput laut pasar Vietnam yang baru diekspor, lanjut Tatu, berjenis euchema spinusum. Rumput laut jenis itu, dijelaskan Tatu, belum banyak yang membudidaya karena termasuk jenis baru. “Benihnya berasal dari Kepulauan Seribu. Ke depan kami akan sosialisasikan untuk membudidaya jenis tersebut,” tandasnya. (jek/zai)