55 Ribu Pasangan Menikah di Masa Pandemi

0
1.834 views

SERANG – Sepanjang 2020, jumlah pernikahan di Provinsi Banten yang terdaftar pada sistem informasi manajemen nikah (Simkah) mencapai 55.898 pasangan. Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2019.

Hal itu terungkap saat Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Banten merilis data jumlah pernikahan tahun 2020.

Menurut Kabid Urusan Agama Islam (URAIS) Kanwil Kemenag Banten Ade Baijuri, terjadi peningkatan jumlah pernikahan pada tahun 2020 dibandingkan tahun 2019, meskipun terjadi pandemi Covid-19 sejak Maret 2020.

“Meskipun terjadi pandemi, jumlah pernikahan tahun 2020 hampir dua kali lipat dibandingkan 2019,” kata Ade kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (4/1).

Berdasarkan data Kanwil Kemenag Banten, pada tahun 2019 tercatat 30.514 pasangan menikah, sedangkan tahun 2020 meningkat menjadi 55.898 pernikahan atau bertambah lebih dari 25 ribu pernikahan.

Dikatakan Ade, Kanwil Kemenag Banten tidak memiliki kewenangan untuk melarang, memberhentikan atau membatalkan pernikahan. Pihaknya hanya memberikan penegasan agar pernikahan di tengah pandemi Covid-19 dilaksanakan sesuai protokol kesehatan.

“Sepanjang 2020 kami mengintruksikan semua penghulu, kepala KUA dan pihak terkait untuk mematuhi protokol kesehatan saat melakukan pencatatan pernikahan,” ujarnya.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19, pihaknya juga menyarankan agar pasangan yang menikah menunda resepsi, terutama di daerah yang zona merah Covid-19.

“Pernikahan tahun 2020 paling banyak tercatat di Kabupaten Tangerang,” bebernya.

Ade merinci, jumlah pernikahan di Kabupaten Tangerang lebih dari 13 ribu pasangan, disusul Kota Tangerang sekira 9 ribu, Kabupaten Serang lebih dari 8 ribu, Kota Tangsel 7 ribu, Kabupaten Pandeglang lebih dari 6 ribu Kabupaten Lebak sekira 5 ribu, Kota Serang hampir 5 ribu dan Kota Cilegon hampir 3 ribu pernikahan.

“Jumlah pernikahan di Kabupaten Tangerang memang setiap tahun selalu yang terbanyak, hanya saja tahun 2019 tercatat 8 ribu pernikahan sementara 2020 melonjak menjadi 13 ribu pernikahan,” jelasnya.

Selain Kabupaten Tangerang, peningkatan signifikan jumlah pernikahan tahun 2020 dibandingkan tahun 2019 juga terjadi di Kabupaten Pandeglang dan Lebak, sementara di lima kabupaten/kota lainnya peningkatannya tidak terlalu signifikan.

“Kami berharap pernikahan tahun 2021 tetap dilaksanakan sesuai protokol kesehatan,” pungkas Ade.

Terpisah, Juru Bicara Penanganan Covid-19 Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, sepanjang 2020 jumlah warga Banten yang terpapar Covid-19 mencapai 19 ribu orang.

“Hingga 31 Desember 2020, tercatat 19.048 warga Banten positif covid. Dengan rincian 2.857 masih di rawat, 15.625 sembuh dan 566 meninggal dunia,” katanya.

Tingginya kasus Covid-19 di Banten sepanjang 2020, lanjut Ati, lantaran masih rendahnya kedisiplinan warga dalam mematuhi protokol kesehatan. Terutama menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Mayoritas didominasi klaster keluarga, makanya Gugus Tugas Provinsi dan kabupaten/kota tidak merekomendasikan digelar pesta perkawinan di daerah yang zona merah covid di Banten,” tegasnya.

Saat ini, tiga kabupaten/kota di Banten kembali masuk zona merah covid. Ketiganya yaitu Kota Tangsel, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang. Sementara lima kabupaten/kota lainnya zona orange.

“Hari ini (kemarin-red), Tangerang Raya semuanya zona merah. Kami imbau semua warga tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan,” pungkas Ati. (den/nda)