58 Tersangka Narkotika Ditangkap Satresnarkoba Polresta Tangerang

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam berbincang dengan salah satu tersangka kasus narkoba di aula Mapolresta Tangerang, Selasa (14/1).

TANGERANG – Sebanyak 58 tersangka kasus narkotika ditangkap petugas Satresnarkoba Polresta Tangerang. Puluhan tersangka ditangkap sepanjang November hingga Desember 2019.

Puluhan tersangka itu masih berusia produktif, yakni berkisar 20-29 tahun. Selain pengedar narkotika, sebagian lagi adalah penyalahguna obat keras. “Ada 58 orang yang kami tangkap dari 47 kasus yang diungkap selama dua bulan. Empat di antaranya adalah wanita. Artinya hampir setiap hari melakukan satu penangkapan,” kata Kapolresta Tangerang Komisaris Besar (Kombes) Pol Ade Ary Syam Indradi saat rilis di Mapolresta Tangerang, Tigaraksa, Selasa (14/1).

Polisi mengamankan sabu-sabu 70 gram, ganja hampir 300 gram, dan ratusan obat tipe G seperti tramadol, eksimer, dan belasan butir ekstasi. Penjual narkotika itu sebagian dijadikan sebagai pekerjaan sampingan. Bahkan, beberapa pelaku berprofesi sebagai ojek online (ojol) dan driver online. Mereka mengedarkan narkotika itu untuk mendapat penghasilan tambahan dan imbalan narkotika gratis untuk dikonsumsi.

“Bahkan ada residivis yang sudah tiga, empat kali ditangkap dan sekarang ditangkap lagi. Mereka menjual barang haram tersebut dengan berbagai cara. Ada yang dagang di rumah karena sudah punya kurir dan ada yang hanya menjualnya ke orang-orang tertentu yang dikenalnya. Ada yang nyari sampingan, ada juga yang dapat jatah untuk pakai,” papar Ary.

Selain itu, kata Ary, ada tersangka yang berstatus sebagai pasangan suami istri (pasutri) atau ibu dan anak. Mereka, diringkus di lokasi berbeda. “Ada ibu dan anak. Ibunya berjualan dari dalam sel dan anaknya yang jadi kurir. Mengaturnya dalam sel melalui telepon. Nanti, dia mengarahkan ke anaknya sabu tersebut dijual ke siapa dan tempatnya di mana,” jelas Ary.

Namun, Ary tidak merinci identitas pengedar narkotika tersebut. Dia hanya menyebutkan pengedar tersebut telah mendekam di tahanan wanita di Kota Tangerang. “Mereka saat ini mendekam di Lapas Jambe untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dengan jumlah pengedar yang tertangkap, berarti peredaran narkotika di Kabupaten Tangerang sangat mengkhawatirkan,” kata Ary. (mg-04/nda/ira)