6.652 Warga Banten Positif Corona

0
506 views
dr Ati Pramudji Hastuti

75 Persen Pasien Berhasil Sembuh

SELAMA delapan bulan pandemi Covid-19, tercatat 6.652 warga Banten terpapar covid-19. Dari jumlah itu, 5.038 dinyatakan sembuh atau angka kesembuhannya sekira 75 persen.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten, dari 6.652 kasus positif Covid-19, 218 pasien telah meninggal dunia, 1.396 pasien masih dirawat dan 5.038 telah dinyatakan sembuh.

Kepala Dinkes Banten dr Ati Pramudji Hastuti mengungkapkan, jumlah kasus positif Covid-19 di Banten lebih rendah dibandingkan provinsi lainnya, sehingga Banten berada di luar 10 besar daftar provinsi yang paling beresiko tinggi penyebaran Covid-19 di Indonesia.

“Pada tiga bulan pertama pandemi Covid-19, Banten sempat masuk 10 besar provinsi dengan jumlah kasus positif covid terbanyak di Indonesia. Tapi dalam tiga bulan terakhir, kasus di Banten tidak sebanyak provinsi lain khususnya di Pulau Jawa,” kata Ati kepada wartawan, kemarin.

Kendati begitu, lanjut Ati, jumlah kasus baru pada September hingga Oktober ini terjadi peningkatan. Bahkan rata-rata per hari di atas 100 kasus baru. “Untuk mencegah semakin meluasnya penyebaran covid, Pemprov Banten menerapkan PSBB di delapan kabupaten/kota,” ungkapnya.

Penerapan PSBB mulai menunjukan hasilnya, itu terbukti wilayah Tangerang Raya kini semuanya keluar dari zona merah.

“Saat ini masih ada dua kabupaten/kota yang beresiko tinggi atau zona merah covid, yaitu Kota Cilegon dan Kabupaten Serang. Sementara enam kabupaten/kota lainnya zona orange,” urainya.

Ia melanjutkan, berdasarkan sebaran kasusnya, secara keseluruhan kasus positif sejak Maret hingga Oktober paling banyak di Kabupaten Tangerang, disusul Kota Tangerang dan Kota Tangsel. Kemudian Kota Cilegon, Kabupaten Serang, Kota Serang, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang. Namun di Kota Cilegon dan Kabupaten Serang dalam dua pekan terakhir terjadi lonjakan kasus yang luar biasa.

Ati yang juga menjadi juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Banten merinci jumlah pasien positif yang masih dirawat hingga saat ini paling banyak di Kabupaten Tangerang yaitu 569 orang, disusul Kota Tangerang 245 orang, Kota Serang 162 orang, Kabupaten Serang 128 orang, Lebak 121 orang, Tangsel 75 orang, Cilegon 55 orang dan Pandeglang 41 orang.

“Untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus baru, penegakkan disiplin protokol kesehatan harus terus ditingkatkan, terutama di daerah zona merah,” paparnya.

Sepanjang Jumat (9/10), telah terjadi 170 kasus baru. Terbanyak di daerah zona merah. “Kasus baru hari ini (kemarin) lebih banyak dibandingkan pada Kamis, dimana kasus baru tercatat 118 kasus,” jelasnya.

Melonjaknya penyebaran Covid-19 di Banten berdampak pada daya tampung RS rujukan Covid-19 di Provinsi Banten. Meskipun saat ini ada 114 rumah sakit rujukan di Banten yang menangani pasien Covid-19.

“Klaster paling banyak masih di kluster keluarga dan perusahaan, kami minta semua warga tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus baru,” pesannya.

Terkait pilkada 2020 dan maraknya unjuk rasa, Ati mengaku khawatir terjadinya lonjakan kasus baru di Banten lantaran rawan terjadi pelanggaran kesehatan.

“Warga diminta untuk menghindari kerumunan, dan tetap mengenakan masker dan cuci tangan. Upaya pencegahan dan penanganan covid-19 tidak akan berhasil bila masyarakat tidak disiplin,” pungkasnya. (den/air)