6 Kebiasaan Buruk yang Bisa Merugikan Kesehatan Usus

SEPERTI yang telah kita ketahui, organ pencernaan manusia dibedakan menjadi mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar dan anus. Semua organ tersebut memiliki peranannya masing masing yang sangat penting.

Begitu juga dengan usus halus dan usus besar. Usus halus merupakan tempat terjadinya penyerapan sari makanan, sedangkan usus besar merupakan tempat penampungan zat-zat sisa yang nantinya akan dikeluarkan dalam bentuk feses, karena peranannya yang penting tersebutlah, kesehatan usus harus dijaga dan diperhatikan.

Namun dewasa ini, seiring dengan perkembangan zaman, berbagai penyakit dan masalah kesehatan pencernaan terutama yang berkaitan dengan usus semakin banyak, mulai dari peradangan usus, usus buntu, hingga yang paling parah adalah kanker usus.

Hal ini dikarenakan terjadinya perubahan gaya hidup manusia dan juga pola makan manusia yang secara berangsur-angsur merusak usus. Dan secara otomatis jika usus sudah rusak, maka proses penyerapan sari makanan yang merupakan tujuan utama dari proses pencernaan akan terganggu.

Sehingga berdampak juga dengan terganggunya kesehatan tubuh. Jika hal ini dibiarkan tentu akan sangat merugikan diri sendiri dan bisa mengganggu aktivitas.

Lalu apa sajakah kebiasaan hidup yang bisa memengaruhi kesehatan usus? Berikut ini penjelasannya, seperti dilansir laman Care2, Minggu (25/11).

1. Stres

Stres adalah aspek kesehatan yang sulit untuk ditanggapi dengan serius karena itu adalah konsep yang abstrak.

Tetapi efek fisik dari stres cukup jelas. Ketika kita merasa stres, tubuh kita melepaskan hormon-hormon stres seperti kortisol dan adrenalin yang menempatkan kita pada mode bertarung-atau-lari.

Ini mengakibatkan tubuh kita mengarahkan aliran darah dari organ pencernaan kita yang bisa menjadi masalah besar bagi kesehatan usus.

Hormon stres ini membawa kita keluar dari mode ‘istirahat dan cerna’ dan aktifkan respons ‘melawan atau lari’.

Dalam keadaan ini, tubuh mengarahkan energi menjauh dari fungsi yang tidak penting dan menuju jantung dan otot.

Tapi untuk usus, maka hal ini melibatkan penutupan sekresi pencernaan dan motilitas sementara.

2. Duduk Terlalu Lama

Duduk seharian juga terkenal buruk untuk pencernaan dan karena itu untuk kesehatan usus.

Telah dipahami selama beberapa dekade sekarang bahwa aktivitas fisik seperti berlari dan berenang bisa membantu “bergerak bersama,” yang mengarah ke keteraturan pencernaan.

3. Minum Kopi Terlalu Banyak

Ingat bagaimana stres memicu pelepasan hormon stres yang memberi tahu tubuh kita untuk mengabaikan pencernaan? Nah, ada faktor lain yang memicu pelepasan hormon-hormon ini, yakni kafein.

4. Menggunakan Antibiotik

Penggunaan antibiotik adalah masalah besar. Lebih dari sebelumnya, dokter menjadi khawatir pada jumlah strain bakteri yang menjadi resisten terhadap antibiotik.

Alasan bagus lainnya untuk menghindari penggunaan antibiotik yang tidak perlu adalah karena mereka membunuh bakteri “baik” di usus Anda.

Selain itu, paparan yang sehat terhadap bakteri memperkuat sistem kekebalan tubuh dan bahkan bisa membantu mencegah kepekaan terhadap makanan berkembang di tempat pertama, menurut Science Daily.

5. Tidak Makan Makanan Alkalisasi dengan Cukup

Mengalihkan makanan membantu mencegah refluks asam dan masalah pencernaan lainnya dan pada dasarnya merupakan keuntungan bagi kesehatan pencernaan secara keseluruhan.

Pastikan untuk menggabungkan makanan pembangkit listrik seperti sayuran hijau gelap, sayuran akar seperti lobak dan bit serta cuka sari apel.

6. Makan Terlalu Cepat

Yang satu ini tidak perlu dipikirkan, tetapi banyak dari kita melupakan tips yang menarik ini.

Semakin lama kita mengunyah makanan kita, maka akan semakin mudah untuk mencerna dan semakin sedikit gas yang akan tercipta di saluran pencernaan kita. (fny/jpnn)