60 Balon Kades di Kabupaten Tangerang Gagal Tes

TANGERANG – Hasil tes tertulis para bakal calon (Balon) kepala desa (Kades) selesai direkap, Kamis (10/10). Dari 650 peserta yang ikut, ada 590 yang lolos tes tertulis dan pengetahuan dasar. Sisanya, yakni 60 orang dinyatakan gugur dalam tes yang dilaksanakan di Indoor Stadium Sport Centre, Kelapa Dua, Selasa (8/10) lalu. Mereka, akan ditetapkan dari balon kades menjadi calon kades, Jumat (11/10).

Hal tersebut dibenarkan Kepala Bidang Pemerintahan Desa (Pemdes) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Kabupaten Tangerang Mulyono. “Berdasarkan informasi dari tim independen, ada 590 balon kades yang lolos. Dan 60 yang gagal,” katanya, Kamis (10/10).

Setelah diketahui jumlah balon kades yang lolos mereka akan ditetapkan menjadi calon kades yang dijadwalkan Jumat-Sabtu (11-12/10). Penetapan tersebut, tambah Mulyono, dilakukan oleh panitia di masing-masing desa. “Dari data yang ada, setiap desa jumlah calonnya bervariasi. Ada yang dua, tiga, empat dan maksimal lima orang. Dari balon, mereka akan ditetapkan menjadi calon kades oleh Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades),” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala DPMPD Kabupaten Tangerang Ahdiyat Nuryasin menuturkan, proses tes tertulis dan pengetahuan dasar para balon kades tersebut dilakukan secara jujur dan transparan. “Kami semua transparan dalam melaksanakan semua tahapannya. Tidak ada yang disembunyi-sembunyikan. Hasil rekapan tesnya pun diberikan kepada panitia secara lengkap. Kemudian nantinya mereka akan memberikannya kepada para balon kades, agar mereka yang tidak lolos pun bisa mengetahui langsung dan mengerti,” katanya, Kamis (10/10).

Mantan Asisten Daerah (Asda) II itu menerangkan, Pilkades 2019 ini merupakan Pilkades dengan peserta terbanyak dan serentak di Kabupaten Tangerang yang diikuti sekira 153 desa di 28 kecamatan dan akan dilaksanakan Desember mendatang. “Setelah lolos tes tertulis, berikutnya akan ada penetapan calon kemudian mereka akan berkampanye yang dilaksanakan selama dua hari pada 25-27 November, berikutnya akan dilakukan masa tenang sampai 30 November,” terangnya.

Ia berharap, Pilkades serentak di 2019 ini bisa berjalan dengan aman dan lancar. Kepada para balon yang tidak lolos, juga diharapkan bisa menjaga suasana kondusif sehingga pesta demokrasi tingkat desa itu berjalan aman secara demokratis. “Tidak hanya kami, petugas dan para panitia, tetapi semua punya peran penting untuk membuat dan menjaga agar proses Pilkades ini berjalan aman dan lancar,” tutupnya. (mg-04/asp)