60 Pedagang Dilatih Kembangkan Usaha

0
385 views
Sekretaris Kecamatan Purwakarta Wawan Ikhwani menyampaikan materi di Pelatihan Pengembangan Industri Rumahan untuk pelaku industri rumahan di Kecamatan Purwakarta, Rabu (21/10).

CILEGON – Sebanyak 60 pedagang atau pelaku industri rumahan di Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, mendapatkan pelatihan pengembangan industri yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Cilegon.

Sekretaris Kecamatan Purwakarta Wawan Ikhwani menjelaskan, pelatihan  dilakukan agar para pelaku industri rumahan di Kecamatan Purwakarta bisa berkembang dan eksis kendati sedang masa pandemi.

Pelatihan itu juga digelar demi meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga. “Dimana banyak suami yang kena PHK, usahanya macet, seorang ibu wanita harus berani mengambil peran,” tutur Wawan, Rabu (21/10).

Kata Wawan, selain mendapatkan teori, masyarakat yang mengikuti pelatihan akan mempraktikan teori, kemudian setelah mengikuti pelatihan akan mendapatkan bantuan alat pendukung.

Ia berharap ilmu yang didapatkan masyarakat dalam pelatihan itu dapat diperaktikkan sehingga usaha yang selama ini telah dijalani bisa semakin berkembang.

Ia melanjutkan, para peserta yang mengikuti pelatihan itu adalah masyarakat yang selama ini berdagang atau berwirausahan pada berbagai macam kuliner serta bentuk lain.

Wawan berkesempatan menjadi salah satu pemateri, pada kesempatan itu ia mengajak masyarakat untuk tidak minder dalam berdagang atau berwirausaha.

“Jangan pernah minder berdagang, karena rasulullah mengajarkan cari nafkah dengan berdagang,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala DP3KAB Kota Cilegon, Heni Anita Susila menyampaikan tujuan dari diselenggarakannya agar berjalannya usaha para pengembangan industri rumahan khususnya para kaum perempuan dan  yang kedua meningkatkan pendapatan keluarga.

Kata Heni lagi  sasaran dari kegiatan ini yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat. “Sasaran dari kegiatan ini terdiri dari 480 pelaku industri rumahan yang mana di setiap kecamatan dilakukan pelatihan sebanyak 60 orang, dimulai sejak tgl 19 Oktober hingga akhir bulan November 2020,” tuturnya.

Kegiatan ini dimulai dengan teori di hari pertama dan praktik di hari kedua, dibagi menjadi dua sesi yaitu 30 orang di pagi hari dan 30 orang lagi di siang hari. (bam/alt)