64 Kelurahan di Kota Serang Berstatus Kumuh

0
97
Ilustrasi

SERANG – Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Serang, dari 67 kelurahan di Kota Serang, 64 di antaranya berstatus kelurahan kumuh.

Ada beberapa variabel yang menjadi indikator seperti kondisi jalan, sampah, ketidakteraturan bangunan, drainase, ketersediaan air minum, dan fasilitas MCK. Jumlah kelurahan kumuh itu terdiri dari kumuh berat satu kelurahan, kumuh sedang 47 kelurahan, dan kumuh ringan 16 kelurahan.

Kepala Bappeda Kota Serang Djoko Sutrisno mengatakan, secara spesifik, ada 146 RT di 64 kelurahan itu yang dinyatakan kumuh. “Jadi, tak semua wilayah di 64 kelurahan itu kumuh. Tapi karena ada satu dua lokasi yang kumuh, nama kelurahan tetap terbawa,” ujar Djoko, Selasa (28/8).

Djoko mengungkapkan, berdasarkan SK Walikota Serang tahun 2017, luas wilayah kumuh 583,683 hektare. Setelah ada intervensi di tahun itu, ada penurunan 44,886 hektare atau 7,7 persen. Dengan begitu, luas wilayah yang kumuh berkurang menjadi 538,752 hektare.

Perihal penanggulangan, kata dia, dilakukan pengelompokan kewenangan. Luas di atas 15 hektare menjadi kewenangan pemerintah pusat, 10 sampai 15 hektare menjadi kewenangan Pemprov Banten, dan di bawah 10 hektare menjadi kewenangan Pemkot Serang.

Ia menerangkan, Pemkot juga sudah melakukan penanganan sejak 2016 di tujuh kelurahan. Tahun berikutnya dilanjut di tempat yang sama dengan penambahan kegiatan yang berdampak pada berkurangnya kawasan kumuh di Kota Serang sebanyak 44,886 hektare.

Djoko mengungkapkan, target nasional, tahun depan tidak ada lagi kawasan kumuh di Indonesia. Namun, bagi pemerintah daerah, target itu berat. “Kami berupaya menurunkan luas kawasan kumuh itu, tapi kami juga sesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.

Kata dia, pemerintah pusat dan pemprov juga sudah melakukan intervensi di Kota Serang. “Pemprov sudah mulai tahun ini dengan fokus di Margaluyu, Kecamatan Kasemen,” tutur Djoko.

Asisten Community Development di bawah Koordinator Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Entang Maman mengatakan, berdasarkan SK, ada 202,54 hektare kawasan kumuh yang akan dientaskan pihaknya. Tahun ini, ada 16 kelurahan yang akan diintervensi. “Tahun ini ditargetkan kawasan yang terentaskan mencapai 154 hektare. Dan tahun depan, kawasan kumuh yang tercantum dalam SK itu tuntas,” ujarnya.

Untuk mendukung pelaksanaan program Kotaku, masyarakat selaku pelaku program diberikan penguatan atau peningkatan kapasitas. Di antaranya, pelatihan ketrampilan untuk tukang yang dilaksanakan secara cluster di tingkat Kota Serang.

“Hanya saja dari 16 kelurahan yang akan diintervensi, hanya tujuh kelurahan yang diberikan pelatihan,” ujar Entang. (Rostinah/RBG)