668 Hektare Sawah di Kabupaten Tangerang Kekeringan

TIGARAKSA – Ratusan hektare sawah di Kabupaten Tangerang mengalami kekeringan akibat kemarau. Dari data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang sekitar 668 hektare sawah mengalami kekeringan. Kondisi kekeringan terbagi tiga kategori, yakni kekeringan ringan 330 hektare, kekeringan sedang 328 hektare, dan kekeringan berat seluas 10 hektare.

Kepala DPKP Kabupaten Tangerang Aziz Gunawan mengatakan, kekeringan paling parah melanda tiga kecamatan. Yakni, Kecamatan Solear lima hektare, Kecamatan Panongan empat hektare dan Kecamatan Mauk satu hektare.

“Wilayah tersebut terdampak berat lantaran masuk dalam kategori wilayah tadah hujan dan tidak memiliki saluran irigasi. Sementara 658 hektare itu tersebar di kecamatan lain. Kemungkinan data wilayah yang kekeringan bisa bertambah,” katanya, Selasa (30/7).

Aziz menerangkan, akibat kekeringan, produksi padi hasil panen mengalami penurunan. “Untuk 10 hektare yang kekeringan berat itu dipastikan gagal panen. Kalau rata-rata per hektare lima ton, berarti total keseluruhannya 50 ton. Sedangkan untuk yang kategori kekeringan ringan diperkiraan akan ada pengurangan 10-15 persen setiap satu hektarenya,” terangnya.

Sementara, Plt Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DPKP Kabupaten Tangerang Bangbang Purnama mengatakan, untuk menanggulangi kekeringan tersebut, pihaknya bersama Dinas Pertanian Provinsi Banten membentuk enam posko tim mitigasi kekeringan. Tim melibatkan BPP (Badan Penyuluh Pertanian) dan PPOPT (Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman) Provinsi Banten, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang.

“Para petugas di lapangan bertugas untuk mendata daerah yang terkena dampak kekeringan, mencari daerah yang memiliki kantong air dan melakukan pompanisasi,” katanya, Selasa (30/7).

Bangbang menjelaskan, ada enam posko mitigasi kekeringan. “Kami juga sudah mengajukan bantuan 40 pompa ke provinsi, tetapi sampai saat ini belum terealisasi. Sambil menunggu, diharapkan masyarakat dengan bijaksana memanfaatkan air dari kantong-kantong yang ada di sekitar masing-masing wilayah,” pungkas Bangbang. (mg-04/asp/sub)