CILEGON – Sebanyak 7.567 siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsnawiyah se-Kota Cilegon mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK), 22-25 April. Mereka berasal dari 84 sekolah negeri dan swasta, yaitu 4.820 siswa SMP (42 sekolah) dan 2.747 siswa MTs (42 sekolah).

Pada pelaksanaan UNBK ini, terdapat tujuh SMP negeri yang masih menumpang, yakni SMP Negeri 4, SMP Negeri 5, SMP Negeri 6, SMP Negeri 7, SMP Negeri 8, SMP Negeri 9, dan SMP Negeri 10.

Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon Suhendi mengatakan, dari 11 SMP Negeri di Kota Cilegon baru empat sekolah yang bisa menyelenggarakan UNBK mandiri yakni SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 3, dan SMPN 11 Negeri.

“Kalau yang mandiri ada empat sekolah. Tujuh lainnya numpang di SMK dan SMA,” ujarnya kepada Radar Banten, Minggu (21/4).

Suhendi menjelaskan, belum mandirinya pelaksanaan UNBK di sekolah negeri disebabkan belum siapnya fasilitas penunjang. Menurutnya, 2019 ini perlengkapan UNBK seperti komputer buat sekolah baru diterima awal april. Untuk menghindari gangguan teknis pihaknya merekomendasikan numpang di SMA dan SMK.

“Untuk mengantisipasi kendala pada proses UNBK makanya menggunakan SMA/SMK. Tahun depan mudah-mudahan bisa mandiri. Tahun ini, baru dilengkapi semua komputernya,” imbuhnya. (Fauzan Dardiri)